Bau amis yang sangat khas tercium dari kedua tangan ku yang saat ini berwarna ungu gelap, sesaat aku merasa tubuh ku tak kuat untuk berdiri karena tak percaya dengan apa yang barusan ku lakukan. Kobold king yang lebih kuat dari pada aku saat ini tengah terkapar tak bernyawa di bawah ku, kepalanya masih mengeluarkan darah dan juga terlihat ada potongan besi yang tertancap di kepalanya.
“Ini sudah selesai,”
Aku bernafas lega setelah yakin bahwa monster ini telah mati sepenuhnya, kaki yang sudah kelelahan sedari tadi tak sanggup lagi untuk berdiri dan aku jatuh terduduk sembari memulihkan tenaga ku kembali.
“Hahhh... Mungkin jika ini seminggu yang lalu, maka mungkin aku sudah mati saat ini.”
Sepertinya aku sadar mengapa Clara tak menanyakan perihal immortality pass kepada ku selama latihan, sepertinya ia ingin aku merasakan sendiri apa yang dinamakan dengan sekarat.
“Benar-benar wanita yang mengerikan! Pantas saja dia di juluki iblis”
Cring....
Sebuah cahaya kecil muncul secara tiba-tiba di samping mayat kobold King yang aku kalahkan, aku mendekati cahaya itu kemudian melihat apa yang saat ini ada di situ. Sebuah cincin dengan permata kecil berwarna merah yang membuat sinar itu, tanpa ragu aku segera mengambil cincin itu dan memperhatikannya lebih lanjut.
“Sepertinya ini yang dinamakan dengan Drop item?”
Tepat di saat aku memegang cincin ini, sebuah layar notifikasi muncul dengan berisikan informasi mengenai cincin ini.
“Ring Of Grakha?”
Itu adalah nama dari cincin ini, sepertinya Grakha adalah nama dari Kobold king itu sendiri. Cincin ini adalah item berperingkat D dan siapapun yang memakainya akan memperoleh buff berupa aura yang meningkatkan ketahanan tubuh dari sihir atau pun serangan fisik, item ini juga menambah stat agility orang yang memakainya sebanyak 17 poin. Intinya orang yang memakai cincin ini akan sedikit tahan terhadap serangan fisik ataupun sihir dan juga semakin lincah dalam membuat pergerakan.
“Item ini lumayan bagus, setidaknya ini cocok dengan diri ku saat ini.”
Pintu keluar dari dalam dungeon pun muncul dan aku segera bangkit dari duduk ku, aku mengepalkan tangan dan merasakan sesuatu yang asing.
“Sepertinya aku butuh senjata baru,”
Aku pun masuk ke dalam gerbang keluar ini dengan hati-hati.
Zriiiingg....
“Selamat datang kembali Spieler Ye Zhun!”
Di sambut oleh Symvoulos yang menjaga gerbang itu mungkin merupakan hal yang biasa bagi setiap Spieler yang baru saja keluar dari dalam dungeon, namun kerumunan ini sama sekali tidak normal. Orang-orang terlihat seperti menunggu aku keluar dari dalam dungeon, yah itu mungkin wajar setelah apa yang terjadi sebelumnya.
Beberapa orang terlihat kecewa dan tak senang begitu melihat aku keluar dari dalam dungeon, begitu juga dengan sebaliknya sehingga ada yang meloncat kegirangan sembari berteriak hingga membuat aku terkejut.
“Ahh sialan! Aku kalah taruhan, mengapa ia masih baik-baik saja?”
“Ha ha ha, sekarang bayar karena kau kalah taruhan!”
“Bagaimana ia bisa kembali dengan selamat setelah melakukan perburuan seorang diri? Hahh... Kalau tau begini aku tak akan bertaruh”
“Dia adalah Spieler terbaik di daerah C! Bukankah itu sudah cukup untuk di jadikan alasan?”
Aku tak percaya bahwa orang-orang akan bertaruh atas diriku sendiri, sepertinya mereka terlalu menikmati hal ini sehingga berani berbuat seperti itu. Mereka sepertinya juga telah sepenuhnya beradaptasi dengan keadaan disini, itu terlihat dengan senjata yang selalu ada di dekat mereka serta armor yang melekat di tubuh mereka.
“Lihatlah orang-orang ini, bukankah mereka terlalu santai?”
Aku segera menghindar dari kerumunan ini dan membersihkan darah monster yang ada di kedua tangan ku, tubuh ku juga memberikan sinyal bahwa aku tengah lapar saat ini. Segera aku langsung pergi ke restoran biasanya tempat aku makan setelah membersihkan tangan ku, namun aku merasakan ada beberapa orang yang saat ini tengah mengikuti ku. Entah mengapa indra ku terasa sangat sensitif setelah menjalani pelatihan bersama cara beberapa hari lalu, mengetahui ada yang mengikuti ku atau tidak sangatlah mudah dari jarak sejauh ini.
“Ada 4? Tidak, ada 5 orang.”
Aku berusaha bertingkah seakan tak menyadari mereka karena sepertinya tak ada niatan buruk dari mereka, aku sama sekali tak menegur mereka bahkan sampai aku selesai dengan makanan ku. Tepat setelah aku menghabiskan makanan, kelima orang ini pun mulai menghampiri ku dan mulai berbicara terlebih dahulu.
“Permisi... Apa kau yang bernama Ye Zhun?” tanya seorang perempuan dari orang-orang ini.
“Akhirnya kalian kesini sendiri, jika saja kalian tak menghampiri ku beberapa menit lagi maka mungkin aku yang akan pergi menemui kalian.”
Kelima orang ini terlihat kebingungan atas apa yang katakan,
“Ano... Apa maksud mu?”
“Apa kalian pikir aku tak menyadari kalau kalian mengikuti ku sedari tadi? Dengan hawa keberadaan yang begitu jelas seharusnya kalian tak melakukan itu”
Kelimanya tersentak kaget tercengang dengan yang ku katakan, aku tak mengerti mengapa mereka menjadi sebegitu kagetnya akan hal itu meskipun aku merasakan bahwa kelima orang ini tidaklah lemah. Aku merasa bahwa kekuatan dari mereka ini berada di tingkatan yang sama seperti ku.
Salah satu dari mereka yang memiliki tubuh paling besar pun berkata dengan tegas, “Kalau begitu tak usah basa-basi lagi, Tuan Ye Zhun maukah kau menjadi anggota parti kami?”
Aku terlalu banyak berpikir mengenai mereka namun orang ini serius dengan apa yang ia katakan barusan, aku mengira bahwa mereka berniat mencelakai ku karena suatu alasan namun sepertinya mereka hanya ingin merekrut ku.
“Bukannya aku ingin bersikap sok atau bagaimana, tapi aku tak bisa menerima ajakan kalian.”
Tak ingin menyerah atas diri ku, pria itupun kembali angkat suara.
“Mengapa? Bisakah kau katakan alasannya”
“Simple saja! Aku sudah memiliki party”
“Jadi sekali lagi maafkan aku,”
“Namun mengapa kau selalu masuk ke dalam dungeon sendirian?”
“Hmm... Aku memiliki alasan sendiri, kalian tak akan tertarik dengan hal itu.”
Aku berpikir bahwa tak ada kerugian untuk ku jika masuk ke dalam party orang-orang ini, setiap orang di party ini memiliki kemampuan dan kekuatan yang terpancar berbeda dengan kebanyakan Spieler yang ada di sini. Meski begitu aku tak bisa melupakan anggota party ku sebenarnya dan mengkhianati mereka.
Aku kemudian teringat bahwa masih ada waktu mengenai janji ku dengan party ku sendiri, dengan hal ini di kepala ku terlintas sebuah pemikiran yang mungkin akan orang-orang ini sukai.
“Mungkin jika hanya menjadi anggota party sementara maka aku bisa melakukannya,”
Orang-orang yang tadinya tertunduk lesu akan jawaban yang ku beri, tiba-tiba kembali segar dengan mata yang berbinar-binar.
“Apa maksud mu?”
“Seperti kedengarannya, aku bisa menjadi anggota party sementara dan masuk ke dalam dungeon bersama kalian nantinya. Tapi aku akan keluar dari party jika waktunya telah tiba,”
“Bagaimana dengan itu?”
Jika mereka setuju dengan ide ku ini maka mungkin tujuan asli dari mereka adalah ingin mengetahui kekuatan ku yang sebenarnya, aku tak keberatan akan hal itu karena aku juga di untungkan dalam hal ini. Aku bisa tau bagaimana keadaan sekelompok party ketika di dalam dungeon, aku juga bisa mengamati mekanisme kerja mereka dan menjadikannya sebagai acuan ketika aku kembali ke party ku nanti.
“Baiklah jika begitu,”
“Karena kau baru saja keluar dari dalam Dungeon maka kau pasti sudah kelelahan, mari bertemu besok pagi di tempat papan pemberitahuan untuk pergi ke dalam dungeon bersama.”
“Kalau begitu mohon kerja samanya,”
Aku asumsikan bahwa pria yang saat ini berjabat tangan dengan ku adalah pemimpin dari party ini, aura yang di keluarkan sungguh kuat. Mungkin ia beberapa kali lebih kuat dari pada ku saat ini.
Setelah itu mereka semua pun pergi bersama meninggalkan ku, istirahat bisa di lakukan nanti dan yang terpenting saat ini adalah mendapatkan senjata baru karena sebelumnya sudah patah. Aku yakin ada sebuah tempat di sini yang menyediakan keperluan para Spieler, namun aku tak tau dimana tempatnya. Aku pun memutuskan untuk bertanya kepada Symvoulos.
“Permisi, apakah kau tau dimana aku bisa membeli senjata?”
“Oh... Kebetulan aku ingin pergi kesana jadi mari ikuti aku,”
Aku pun pergi mengikuti Symvoulos ini dari belakang tanpa berkata apapun kepadanya, sepertinya para Symvoulos mempunyai kekuatan yang mengerikan karena jika tidak maka mana mungkin mereka bisa mengontrol setiap Spieler yang ada di sini. Aku selalu merinding ketika berada di sekitar mereka bahkan aku juga sering terkecoh dengan hawa keberadaan mereka yang tipis.
Kami sampai di sebuah toko besar dengan berbagai armor yang terpampang di kaca, ada juga beberapa senjata unik yang tak pernah ku lihat sebelumnya.
Seorang Symvoulos tiba-tiba berbicara kepada ku sehingga membuat ku sedikit kaget.
“Apa yang anda butuhkan Spieler Ye Zhun?”
“A-Aku butuh dagger,”
Symvoulos ini menarik laci yang ada di depannya kemudian mengeluarkan beberapa dagger dari dalamnya, total dagger yang di keluarkan berjumlah delapan dan saat ini aku kebingungan mana yang harus ku pilih.
“Dagger seperti apa yang anda butuhkan?”
“Hmm... Mungkin dagger yang bisa menambah damage serangan atau menambah stat agility ku,”
“Kalau begitu saya menyarankan yang satu ini, Wings of Alvion!”
Aku mengambil Dagger yang Symvoulos sarankan untukku, dari sekilas saja aku sudah bisa tau bahwa ini adalah Dagger yang bagus tapi ketika aku memegangnya aku tau bahwa Dagger ini adalah senjata yang tak lengkap.
“Mana pasangan dari Dagger ini?”
“Bahkan bisa tau sampai ke situ hanya dengan memegangnya, sepertinya firasat nona Clara memang benar.”
“Dagger ini merupakan Drop item dari sebuah Dungeon tingkat B beberapa tahun silam, penemu dari Dagger ini mengatakan bahwa pasangan dari Dagger ini berada di sebuah tempat yang di jaga oleh manusia naga di dunia Game master.”
Mendengar hal itu aku tau bahwa aku harus menyerah dan merasa cukup puas dengan Dagger ini saja, tanpa ragu lagi aku langsung membeli Dagger ini dan pergi dari tempat ini secepatnya.