Dungeon di Tarantas

3717 Kata
“Hanah... Rena... Maafkan aku yang lemah ini.” Aleinston tak dapat melakukan apapun disaat keluarganya di bakar oleh anggota partynya, keputusasaannya memuncak namun ia hanya bisa menangis berderai air mata tanpa bertindak. Ia hanya bisa mendengarkan suara tawa dari anggota partynya yang menikmati semua ini. “Huhu... Itu terbakar dengan sangat cepat! Mereka pasti sudah matang di dalam” “Iya bos! Bau harumnya sudah keluar” “Sepertinya kita harus sering-sering melakukan ini, toh ini hanya dunia permainan.” Kebanyakan dari Spieler berpikir bahwa dunia The Seed ini adalah dunia permainan, mereka semua bisa melakukan apapun yang disukai tanpa harus menerima hukuman dari aparat setempat. Dipikiran Spieler sekeji apapun tindakan mereka pada penduduk asli dunia ini, Game Master tak akan melakukan apapun kepada mereka. Hal ini di buktikan dengan beberapa desa yang sengaja di jarah oleh sekelompok Spieler hanya karena mereka merasa bosan, seluruh penduduk di bunuh dengan sangat kejam bahkan desa itu di bakar kemudian di tinggalkan begitu saja. “Bos! Bagaimana dengan mage satu ini? Apa kau akan membunuhnya sekarang?” “Hmm... Tidak! Biarkan dia semakin menyelam dalam keputusasaan, setelah itu baru dibunuh.” “Woke!” Aleinston saat ini sudah dalam keadaan tak bisa membedakan mana yang kenyataan mana yang tidak, dirinya sangat terguncang dengan tatapannya yang sudah kosong. Sementara itu partynya masih tengah menari-nari mengelilingi api yang membakar keluarga Aleinston. “Ayah... Aku mau main dengan ayah!” Sebuah ingatan di masa lalu terlintas pada kepala Aleinston yang linglung saat ini. “Sayang... Bagaimana harimu?” Ingatan masa lalu yang sangat indah dan menyenangkan saat berada di desa dimana ia masih merasakan apa itu arti hidup, ingatan yang kembali mengembalikan seluruh kekuatan Aleinston sehingga ia tahu akan seperti apa dalam bertindak. “Benar! Para pendatang b******n ini harus di musnahkan” “Mereka tak layak berada di dunia ini!” “Mereka sudah merenggut kebahagiaan ku!” “Mereka harus mati!” “Mati! Mereka harus mati!” Seluruh emosi Aleinston memuncak, tubuhnya mulai mengeluarkan aura yang begitu menyeramkan bahkan tali yang mengikatnya putus seketika karena kemarahannya sudah tak bisa di tahan. Kekuatan sihirnya meningkat seketika, levelnya yang sebelumnya rendah langsung meningkat karena gejolak amarah yang memancingnya. Tas... Tas... Tas.... “Kalian harus membayar semua yang sudah kalian lakukan!” “Berkali-kali lipat dari rasa sakit yang ku rasakan saat ini!” “Aku Aleinston Mgdraff! Bersumpah untuk menghabisi seluruh Spieler yang ada di dunia ini.” Para Spieler yang tengah bergembira saat ini mulai memperhatikan Aleinston yang berjalan perlahan ke arah mereka, meskipun niat membunuhnya sangat besar namun itu tak membuat Spieler-Spieler yang ada merasakan takut. Mereka hanya semakin terhibur dan mulai tertawa sekeras mungkin “Ha ha ha! Lihatlah b******n ini, dia benar-benar marah.” “Bos! Dia terlihat sangat menyeramkan hingga membuat ku ketakutan, Hahaha!” “Bodoh sekali dia ini! Seorang mage mau melawan party lengkap berlevel tinggi? Sungguh candaan yang memuakkan.” Aleinston menghentikan langkahnya dan mulai mengambil aba-aba, sihirnya langsung aktif seketika hanya dengan lambaian tangannya. Para Spieler yang saat ini sama sekali tak siap dengan sihir-sihir itu, mulai lari berhamburan ke segala arah mencoba menyelamatkan diri. Naasnya dia dari empat Spieler mati seketika saat terkena sambaran petir dari sihir Aleinston, tubuh mereka terbelah menjadi beberapa bagian dan terlempar ke beberapa arah. “b******n ini! Kau lindungi aku” “Siap bos!” Karena yang tersisa hanyalah seorang Warrior dan Tank maka pertarungan ini akan menjadi pertarungan jarak dekat, Spieler tank langsung berlari ke hadapan pemimpinnya untuk melindunginya sedangkan si Warrior mengambil pedangnya dan mulai memberi perintah. “Hadang setiap serangannya maka ia akan bisa kita bunuh setelah jaraknya sangat dekat.” “Oke!” Kedua Spieler ini mulai berlari secara bersamaan dengan penuh percaya diri, bergerak ke kiri dan ke kanan demi menghindari sihir milik Aleinston. “Kalian pikir kalian mau kemana?” Suara yang begitu menyeramkan keluar dari mulut Aleinston, seketika aura membunuhnya menjadi sangat menekan. Kedua Spieler ini bahkan mulai kesulitan untuk bernafas akibat tekanan ini, mereka sudah sadar telah membangunkan monster yang tak seharusnya ada. “Thunder Strike!” Langit seketika mendung dan mulai mengeluarkan gemuruh yang menyeramkan, dalam tekanan aura membunuh kedua Spieler ini tak bisa bergerak bebas dan menjadi kebingungan atas fenomena alam yang terjadi. Ctarrr! Sebuah petir yang sangat besar dengan cepat menyambar dua Spieler yang tak berdaya, tubuh mereka hancur seketika bahkan perlengkapan yang mereka gunakan juga meleleh akibat sambaran petir tadi. Dengan begitu seluruh orang yang membunuh keluarga Aleinston telah terbunuh dengan kekuatannya sendiri namun api dendam di hatinya tak kunjung padam, Aleinston masih merasa sangat marah karena kejadian ini. Sejak saat itu Aleinston mulai memburu para Spieler yang baru memasuki dunia The Seed, karena yang diburunya adalah spiler-spieler baru maka mereka mati dengan mudah karena kurangnya kemampuan dari para Spieler itu. Raja yang mengetahui hal itu pun mengangkat Aleinston menjadi mage kerajaan bahkan di beri bintang tiga karena keliatannya yang mengerikan, keinginan raja mengangkat Aleinston adalah agar ia sedikit mengurangi pemburuannya agar kualitas Spieler baru tetap terjaga. Meskipun Aleinston mengiyakan hal itu namun tetap saja ia melakukan perburuan di belakang raja, pada akhirnya ia mati karena tindakannya sendiri meninggalkan dendam yang sia-sia. ***** “Pantas saja... Aku mengerti alasannya tapi menjadikan semua Spieler sebagai musuh adalah tindakan yang bodoh!” “Yah... Aku tahu hal itu, untuk sekarang biarkan aku mengatakan hal ini kepada Raja. Dan untuk kau, sebaiknya kau segera menaikkan level mu agar semakin kuat!” “Apa ini karena orang di balik Aleinston?” “Iya! Berhati-hatilah. Sebagai permintaan maaf atas perlakuan orang-orang ku sebelumnya, aku akan memberikan mu ini.” Danren menyodorkan sebuah plat besi yang tertuliskan beberapa huruf yang tak dimengerti Ye Zhun dan terdapat mana di dalamnya. “Apa ini?” “Jika kau memutuskan untuk menjadi semakin kuat maka tak mungkin kau akan terus berada di kota kecil ini, token ini akan memudahkan mu masuk ke dalam suatu kota di Kerajaan Capras hanya dengan menunjukkannya pada penjaga. Kalau begitu aku akan segera pergi!” Danren pun bangkit dan meninggalkan Ye Zhun serta lainnya di penginapan ini. Ye Zhun terdiam sembari memikirkan mengenai peringatan dari Danren barusan, orang yang ada di balik tindakan Aleinston ini memiliki pengaruh yang luar biasa sehingga orang seperti Danren juga mengetahuinya. “Apa rencana mu sekarang Ye Zhun?” Morgan duduk di hadapan Ye Zhun dengan wajah yang serius, Morgan hanya memikirkan satu cara bagaimana Ye Zhun bisa semakin kuat dengan perlindungan yang aman. “Ku beri saran! Kau harus kembali ke partymu sebelumnya, tempat dimana ada Ying-Ying, Lin Wan dan Yan Ziqi. Mereka semua saat ini adalah Spieler high ranker yang mana termasuk ke dalam daftar Spieler yang terkuat di dunia ini.” Sebuah saran yang sangat tepat jika di tujukan kepada orang lain, namun karena kejadian sebelumnya Ye Zhun menjadi sungkan kepada teman-teman nya itu. Mungkin saja mereka masih bisa menerima Ye Zhun namun tentu saja suasananya akan sangat canggung karena sebelumnya Ye Zhun meninggalkan mereka disini setelah berjanji untuk selalu bersama, Ye Zhun menjadikan saran dari Morgan sebagai pilihan terakhir ketika ia benar-benar dalam kesulitan yang tak bisa di atasi. “Mungkin itu bukan saran yang bagus tapi aku akan memikirkannya, disamping itu mereka juga sudah memiliki guild masing-masing jadi aku masih sungkan untuk bertemu dengan mereka.” “Jadi sekarang apa yang akan kau lakukan? Tentu saja Coutali akan selalu menerima mu.” “Aku menghargai ajakan mu tapi aku sudah menentukan kemana aku akan pergi sekarang, aku akan pergi ke kota Tarantas!” “Bagitukah... Kalau begitu mari kita berpesta sebelum kepergian mu!” Akhirnya mereka semua pergi ke barat untuk mengadakan pesta untuk merayakan bergabungnya Charles ke party Coutali serta demi keselamatan Ye Zhun dalam perjalanannya, pesta itu dilakukan dari siang hingga malam dengan melibatkan banyak orang yang mengenal party Coutali. Sudah tak terhitung berapa banyak gelas minuman yang mereka teguk, dalam keadaan mabuk mereka semakin menjadi-jadi dan semakin bersenang-senang. ***** Tarantas, adalah kota yang paling ramai setelah ibu kota Kerajaan Capras. Alasannya adalah sebuah Dungeon bertingkat yang dimiliki oleh kota ini kualitasnya sedikit lebih rendah daripada milik ibu kota Kerajaan Capras, namun karena biaya masuk ke dalam Dungeon yang lebih mahal maka kota ini tak seramai ibu kota. Di kota ini terdapat tiga Guild yang mengatur izin untuk masuk ke dalam Dungeon serta misi-misi dari berbagai daerah sekitar, tentu saja para pemimpin guild adalah Spieler yang masuk dalam daftar Spieler high ranker yang mana kekuatan mereka sudah tak dapat di ragukan juga memiliki kualitas yang tepat sebagai pemimpin. Setidaknya begitu. Setelah melakukan perjalanan selama tiga hari dari Perlas Akhirnya Ye Zhun sampai di kota Tarantas, Ye Zhun langsung diperbolehkan masuk ke dalam kota hanya dengan menunjukkan token yang di beri oleh Danren. Ia tak di periksa terlebih dulu bahkan juga di perlakukan layaknya bangsawan oleh para penjaga, hal ini menarik para pendatang baru dari luar kota sehingga membuat Ye Zhun sedikit terganggu. “Baiklah! Tak ada waktu untuk bersantai” Ye Zhun segera bergerak menuju Guild terdekat yaitu Guild Scorpion, scorpion merupakan guild terbesar di kota Tarantas dan memiliki ciri khas pada setiap Spieler yang menjadi anggotanya. Setiap anggota Guild scorpion memiliki tato kalajengking pada tubuh mereka dan itu juga yang menjadi tanda pengenal. Ye Zhun masuk dan berjalan menuju petugas guild yang tengah bekerja saat ini, bangunan guild yang sangat besar menjadikan keadaan saat ini seperti terasa sepi meskipun terdapat cukup banyak orang di dalamnya. “Permisi! Bisakah aku masuk ke dalam Dungeon?” Petugas guild yang tengah sibuk itu pun segera berlari ke arah Ye Zhun meninggalkan apa yang tengah ia lakukan. “T-Tentu! Apa anda sudah menjadi anggota Guild scorpion?” “Tidak.” “Apa anda ingin bergabung dengan guild ini sebelum masuk ke dalam Dungeon?” “Apa keuntungannya jika aku bergabung?” “Anda tidak akan dikenakan biaya setiap masuk ke dalam Dungeon nantinya, anda juga tak memerlukan izin kembali saat ingin masuk ke dalam Dungeon.” Hal ini membuat Ye Zhun sedikit tergoda karena biaya masuk ke dalam Dungeon juga lumayan mahal, namun Ye Zhun menyadari bahwa ada keanehan dengan keuntungan ini. Semua itu terlalu bebas bagi sebuah Guild yang memasang tanda pengenal bagi anggota mereka, tanda pengenal itu sendiri sudah menjadi sebuah klaim kepemilikan sehingga tentunya kebebasan dari anggotanya akan sedikit dibatasi. “Lalu apa yang di dapatkan Guild dengan keuntungan ini?” “Ha ha ha... Tuan sangat tajam. Setiap perolehan dari dalam Dungeon, guild harus mendapatkan 30% nya.” Tiga puluh persen bukanlah jumlah yang sedikit jika mengingat sebesar apa guild ini, keuntungan yang sangat banyak karena begitu banyaknya anggota guild ini. Tentu saja hal ini membuat Ye Zhun enggan untuk bergabung karena terlalu merugikan bagi dirinya. “Tidak, aku tak ingin bergabung. Berapa yang harus ku bayar jika ingin masuk ke dalam Dungeon?” “5 keping emas saja! Silahkan bayar dan isi persetujuan ini” Lima keping emas juga merupakan biaya yang cukup besar untuk para Spieler yang berlevel rendah, Drop item dari para monster mungkin sedikit bagus jika di dalam Dungeon tapi jika setiap hari mengeluarkan uang sebanyak itu maka hanya akan kerugian yang di dapatkan. Namun Ye Zhun saat ini sama sekali tak kekurangan uang, uang yang di dapatkan dari orang-orang yang mencari masalah dengannya sudah menumpuk di inventorinya dan hanya sedikit digunakan olehnya. Ye Zhun segera memberikan uang tersebut dan mulai memeriksa surat persetujuan dengan teliti. Setelah beberapa menit membaca dengan seksama isi surat ini Ye Zhun mengetahui bahwa guild ini di buat oleh orang yang sangat rakus, salah satu isinya tertulis bahwa guild sama sekali tak bertanggung jawab atas keselamatan bagi yang bukan anggota guild. Guild juga tak menerima komplain atas hilangnya item di dalam sana serta siapapun yang menyerang anggota guild maka akan menerima hukuman langsung dari ketua Guild. Dengan begini maka tindakan perampokan bagi Spieler yang bukan anggota akan meningkat sehingga mau tak mau Spieler harus masuk ke dalam guild scorpion untuk mendapatkan keamanan dari antar anggota, sebuah peraturan yang sangat merugikan bagi Spieler yang baru sampai di kota ini tentunya namun Ye Zhun tak peduli dan langsung mengisi surat persetujuan ini. “Ini! Sudah aku isi” “Terima kasih! Ini adalah token masuk anda dan masa berlakunya hanya hari ini, jika anda ingin masuk ke dalam Dungeon lagi esok maka anda harus memperbaharui nya disini lagi.” “Tentu! Terima kasih” Ye Zhun segera pergi dari guild ini untuk masuk ke dalam Dungeon, ia mencoba tak membuang-buang waktu bahkan tak memperdulikan orang-orang yang mencoba merekrutnya. Sepuluh menit berlalu, Ye Zhun sampai di pos penjaga Dungeon yang memeriksa setiap Spieler sebelum masuk. Antrianya tak terlalu panjang sehingga dengan cepat Ye Zhun memperoleh gilirannya untuk masuk, namun ia menyadari bahwa disini juga berisikian b******n-b******n korup yang hanya mementingkan uang. Para penjaga masih meminta sejumlah uang untuk biaya masuk ke dalam Dungeon meskipun para Spieler memiliki token masuknya, hanya anggota dari guild di kota Tarantas saja yang tak perlu membayar lagi sehingga ini cenderung tak adil bagi mereka yang bukan anggota. “Kau anggota Guild mana?” tanya seorang penjaga pada Ye Zhun. “Aku bukan anggota guild dimana pun.” “Kalau begitu bayar! 1 keping emas” Ye Zhun pun segera membayar sejumlah uang uang yang penjaga ini minta demi menghindari masalah dan keributan. Mendengar Ye Zhun bukanlah anggota guild di kota ini, orang-orang yang akan masuk mulai menargetkannya. Dengan perlengkapan yang di kenakan Ye Zhun kali ini orang-orang mengira bahwa ia adalah Spieler berlevel rendah dan tak berpengalaman, bahkan orang-orang yang juga bukan anggota guild ikut menargetkannya. “Hmm... Jadi begitu. Baiklah jika kalian menginginkannya.” Ye Zhun segera masuk dan mulai menjelajahi Dungeon lantai pertam. Tak seperti di zona perpindahan, Dungeon ini tak memiliki portal ataupun pintu yang selalu muncul di saat sudah menyelesaikannya. Jalan masuk dan keluarnya hanya satu dan oleh karenanya itu setinggi apapun lantai yang kau sudah lewati pada akhirnya akan kembali melewati pintu yang sama. Ye Zhun mulai melawan sekumpulan monster Ratman yang di temui nya setelah beberapa menit berjalan, monster sangat lemah dan mereka hanya mengandalkan jumlah mereka untuk mengalahkan musuh. Meskipun jumlahnya lumayan banyak namun ini tak menjadi hambatan bagi Ye Zhun, ia berhasil mengalahkan monster-monster itu bahkan menaikkan levelnya satu kali. Ye Zhun terus menerus memburu monster yang ia temui di dalam Dungeon, saat ini ia sudah berhasil melewati lantai satu dan bergerak ke lantai selanjutnya. ***** Sementara Ye Zhun mengalahkan monster, ada beberapa orang yang saat ini tengah mengawssinya dari kejauhan. Keberadaan orang-orang telah di ketahui oleh Ye Zhun namun ia bertingkah seolah tak menyadarinya, Ye Zhun tak akan menyerang orang-orang ini sebelum mereka menyerangnya terlebih dahulu. “Bos... Apa kita akan langsung menyerangnya?” “Tidak bodoh! Kita akan menunggu sampai dia mendapatkan banyak hasil buruan, setelah itu baru kita bertindak. Chris, bagaimana menurutmu tentang dia?” Pemimpin dari party ini bertanya pada rekan separtynya yang memiliki Class assasin, ia meminta pendapat mengenai tingkat kekuatan Ye Zhun saat ini sehingga bisa merencanakan sesuatu untuknya. “Menurut ku dia biasa-biasa saja, gerakannya memang sangat berkualitas daripada beberapa Assasin yang ku ketahui. Namun kekuatannya tak terlalu mengesankan bagiku, yang terpenting adalah daggernya.” “Hmm? Kenapa dengan dagger itu?” “Bos, Dagger itu adalah dagger yang spesial. Aku tak pernah melihat dagger yang seperti itu, mungkin juga daggernya memikiki beberapa efek spesial namun dia tak menyadari. Aku sangat yakin bahwa dagger itu akan sangat mahal jika di jual!” Pemimpin party ini pun mengeluarkan tawa yang terdengar begitu licik, ia sepertinya sudah melakukan hal semacam ini berkali-kali terlihat dari bagaimana tingkah laku serta rencananya yang begitu tersusun. Pada awalnya dia ingin merekrut Ye Zhun jika diketahui bahwa Ye Zhun adalah orang yang cukup kuat, setelah merekrutnya maka akan ada waktu dimana ia membuat lengah Ye Zhun dan langsung membunuhnya saat itu juga. Namun setelah mendengar jawaban dari rekan setimnya, ia mengasumsikan bahwa Ye Zhun itu adalah Spieler yang lemah dan tak perlu rencana rumit untuk membunuhnya. “Ayo kita terus ikuti domba gemuk ini! Tunggu aba-aba dari dan langsung menyergap nya saat itu juga” “Oke bos!” ***** Ye Zhun terus melakukan perburuan tanpa henti dan tak menghiraukan pengawasan dari orang-orang tersebut, tak perlu waktu lama lantai dua pun ia bersihkan dengan cepat. Ye Zhun sama sekali tak merasa kelelahan karena ia tak membutuhkan usaha banyak saat melawan monster-monster ini, dengan levelnya saat ini gigitan dari seekor Ratman tak akan meninggalkan bekas pada kulitnya. “Oy oy! Dia mendapatkan serangan barusan tapi kenapa ia tak mengalami luka sedikitpun?” Pemimpin dari party yang mengawasi Ye Zhun menemukan hal itu dan kebingungan, seorang assasin seharusnya tak memiliki defense seperti itu. “Mungkin saja ia memiliki item lainnya yang bisa menambah defense bos! Mengingat bahwa dia adalah Spieler yang melakukan perburuan sendirian maka itu adalah hal yang paling mungkin.” “Hmm... Mungkin kau benar!” Dibutakan oleh kerakusan sehingga tak menyadari sosok yang sangat kuat dihadapannya, itulah keadaan party ini sekarang. Mereka hanya terfokus dengan barang-barang yang dikenakan Ye Zhun dan tak memperdulikan kemampuannya, mereka terlalu memikirkan hal pasti yang mana tak mungkin seseorang berlevel tinggi melakukan perburuan di Dungeon lantai satu, berkat pemikiran mereka ini Ye Zhun bisa mengelabui party ini. Lantai 3,4,dan 5 telah di lewati oleh Ye Zhun, bos monster yang menempati lantai-lantai tadi pun juga di hapus bersih oleh Ye Zhun menyisakan beberapa drop item yang lumayan berharga. Party yang mengawasi Ye Zhun pada akhirnya memutuskan bahwa saat ini adalah saat yang paling tepat untuk menyerang Ye Zhun, mereka mengira bahwa Ye Zhun saat ini tengah kelelahan dihitung dari jumlah lantai yang telah ia lewati. Mereka secara perlahan mengendap-endap mendekati Ye Zhun yang tengah menghitung perolehan drop item barusan namun, “Akhirnya kalian mau datang sendiri.” Seluruh orang di party itu terkejut mendengar perkataan Ye Zhun meskipun saat ini ia tengah membelakangi mereka. “K-Kau! Serahkan semua yang kau dapatkan dari Dungeon ini.” “Ayolah... Bukankah itu terlalu kuno? Jika ini baru pertama kali kalian melakukannya maka akan ku maklumi tapi dilihat dari cara kalian membuntuti ku sedari tadi, aku simpulkan bahwa kalian sudah sering melakukan ini bukan?” “Tentu saja! Sekarang hentikan omong kosong mu jika masih ingin hidup” “Apa kalian sudah pernah membunuh orang?” “Pertanyaan bodoh! Kami sudah banyak membunuh orang sejak masuk ke dunia ini, dan sekarang adalah giliran mu.” Tak mengherankan jika orang-orang yang masuk ke dunia ini menganggap semua ini sebagai permainan, mereka di berikan kemampuan yang tak pernah ada sebelumnya sehingga mereka bisa melakukan sesuatu yang sebelumnya tak bisa mereka lakukan. Namun, semua yang terjadi di sini benar-benar nyata, jika seseorang mati maka orang itu tak akan mungkin untuk hidup kembali, tak ada tombol restart ataupun berhenti di tengah jalan saat menjalani kehidupan di dunia ini, semua ini nyata bukanlah sebuah permainan belaka. “Kalau begitu... Kalian tak keberatan bukan jika ada seseorang yang membunuh kalian disini?” “Ha ha ha! Memangnya apa yang bis- “Eh?” Bruk... Belum selesai ia berucap, kepala dari pemimpin party ini sudah tergeletak di atas tanah saat ini. Matanya menghadap ke atas dengan darah yang mengalir deras dari bekas potongan di lehernya, tak lama kemudian tubuhnya pun ambruk tanpa mengeluarkan gerakan sedikit pun serta menjatuhkan pedang yang ia bawa di tangannya. “Satu....” Tanpa adanya orang yang mengambil komando, keadaan party pun menjadi kacau dan orang-orang sibuk melindungi diri sendiri. Assasin yang percaya diri akan kekuatannya pun mulai menyerang balik Ye Zhun. “Jeff bantu aku!” “O-Oke! Acceleration!” Priest memberikan sihir buff kepada Assasin ini agar pergerakannya semakin cepat, namun meskipun telah menerima buff dari Priest assasin ini tetap saja bukanlah tandingan bagi Ye Zhun saat ini. Pergerakan nya terlalu mudah untuk dibaca bahkan ia gemetaran di saat menghunus kan daggernya ke arah Ye Zhun, pengalaman bertarung terlihat jelas sangat sedikit sehingga selalu ada keraguan dalam setiap serangannya. Ye Zhun menangkap salah satu tangan Assasin ini dan menewaskan dagger tepat di lehernya. “Matilah!” Crasss.... Dalam satu gerakan kepala assasin ini sudah terpotong secara halus dari tubuhnya, hal ini membuat tiga anggota party yang terakhir panik dan mulai berlari untuk menyelamatkan diri. Yang tersisa saat ini hanyalah tank, mage dan Priest. Ye Zhun mengambil dagger milik assasin yang di bunuhnya dan menjadikannya dagger kedua, ia mulai mengambil ancang-ancang untuk mengejar ketiga orang ini. Dalam satu hentakan kaki, Ye Zhun sudah sampai di samping tank yang kebingungan karena Ye Zhun bisa sampai kepadanya dengan sangat cepat. “Mau kemana kalian?” Crashhsss.... Crashhsss.... Dalam dua serangan tank dan mage party ini sudah merenggang nyawa di tangan Ye Zhun, yang tersisa saat ini hanyalah seorang Priest yang tak berdaya karena sama sekali tak memiliki kemampuan menyerang. Priest jatuh dan menyeret kakinya yang sudah tak merespon karena terlalu ketakutan, Ye Zhun secara perlahan menghampirinya dengan dagger yang masih menjatuhkan darah. “Tidak! Jangan bunuh aku.” “Bukankah seharusnya kalian juga mendengar itu dari orang-orang yang kalian bunuh? Lalu untuk apa kau memohon jika mereka memohon juga tak kau dengarkan?” “Aku peringatkan kau! Aku adalah anggota guild Scorpion, mereka tak akan melepaskan mu jika kau membunuh ku.” “He he... Tidak akan jadi masalah jika tak ketahuan! Lagipula kalian hanya akan menjadi makanan monster disini.” “Tidak- Crashhsss.... Pada akhirnya Priest yang memiliki harga diri tinggi itu juga mati di tangan Ye Zhun, Ye Zhun begitu muak dengan orang-orang yang menganggap dunia ini sebagai permainan, mengatakannya hal itu kepada Ye Zhun sama dengan meminta di bunuh dengan cara yang paling menyakitkan olehnya. “Orang-orang sampah!” Ye Zhun pun mulai melanjutkan lagi perburuannya meninggalkan jasad dari orang yang ingin merampoknya, karena dungeon ini memiliki sistem sendiri yang mana monster yang sudah mati akan tersummon kembali dalam waktu setengah jam, setelah monster-monster itu tersummon kembali mereka akan membereskan mayat-mayat ini tanpa di suruh. Lantai 6,7 hingga 10 di selesaikan oleh Ye Zhun tanpa ada masalah, meskipun monster-monster semakin kuat semakin tinggi lantainya Ye Zhun tetap bisa mengalahkan mereka semua dengan kekuatannya. Levelnya sudah naik pada level tiga puluh sembilan dan seluruh statnya naik dengan drastis, namun yang membuatnya kesal adalah Classnya yang tak kunjung muncul. Ia mengkhawatirkan dirinya akan memiliki Class seperti Hebe yang mana menyebutkan dirinya sebagai Phantom, namun setidaknya itu lebih baik daripada tak memiliki seperti dirinya. Tiba-tiba di saat melihat layar statusnya, ia merasakan kehadiran dari dua orang yang sangat kuat sedang mendekat ke arahnya. “Kemana orang itu pergi?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN