Ingin Berdamai

2565 Kata

Alma menghela nafas berat. Mendengarkan penuturan kedua menantunya. Hampir satu bulan, Bayu tidak pernah menegur Nuri dan Yuna. Bahkan hingga kini, Bayu masih tidur di dalam ruang kerjanya. Sungguh mengenaskan. Tidur meringkuk di sofa, padahal di rumah tersebut memiliki kamar kosong untuk tamu. “Sekarang dia di mana?” Alma akhirnya membuka suara. “Pagi-pagi begini masih tidur, Mi,” Nuri menyahut. Diiringi dengan anggukan oleh Yuna. “Baiklah. Mami akan berbicara dengan Bayu.” Alma segera beranjak. Bayu kali ini benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya mendiamkan kedua istri yang mencintainya. “Sudah siang. Waktunya bangun!” Menarik kaki Bayu, hingga pria itu terjatuh ke atas kerasnya lantai. “Apa-apaan sih, Mi!?” Bayu mendengus. Kali ini kepalanya benar-benar sakit karena dibangunkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN