“Besok, aku jadi berangkat ke Paris…” ucap Nina lirih. Saat ini dia dan Nelo duduk berdua di bawah pohon akasia yang besar dan rimbun. Beberapa daunnya berguguran tertiup angin. Nelo tersenyum lalu menggenggam jemari Karenina. “Jangan lupain aku, ya?” balasnya tak kalah lirih. Karenina sudah dianggapnya sahabat selama ini. Seluruh perhatian dan kasih sayang cewek itu membuatnya benar-benar merasa dicintai. Tak jarang dia memaki diri sendiri karna nggak bisa membalas perasaan itu, lebih dari teman. “Nggak akan terlupakan…” Karenina membasahi bibirnya yang bergetar. “Kamu juga jangan lupain aku…” “Pasti. Kamu juga nggak akan terlupakan. Sahabat?” Nelo mengacungkan jempolnya, Karenina mengangguk dan menempelkan jempolnya disana. “Sahabat.” *** “Mama Plin-plan banget, sih? Kat

