Maugy POV “Nina sama Mama jadi pergi, ya…” kata gue sambil menimang-nimang bola basket. Gue dan Miller lagi duduk di bangku panjang dekat lapangan basket. Hari masih pagi, baru jam sembilan. Gue lagi nggak fokus, Gia pasti tau kalo gue sama Mario…ah! Mati! Mati! Mati deh gue! “Iya. Mereka ngajak ikut…tapi…aku nggak mau…” “Kenapa nggak mau?” Tanya gue tanpa sadar. “Karna kamulah…” “Karna aku?” kali ini gue menoleh, menatap manik cokelatnya. Miller tersenyum lalu jarinya menyisir poni gue dengan lembut. “Aku nggak akan pergi, kalo kamu minta aku untuk tetap tinggal…” Nyaris sama dengan yang Mario bilang. Gue tersenyum tipis, nggak tau harus merespon apa. Minta mereka berdua untuk tetap tinggal? Pilihan yang benar-benar sulit. Mau nggak mau gue harus minta salah satu untuk teta

