“Jangan bercanda, Bu!” Arum meninggikan suaranya saat mendengar pengakuan sang mama. Entahlah! Meski sudah sempat mendengar sebelumnya, tapi tetap saja ia tak bisa terima. Maksud Arum, hei! Dia masih sangat rindu dan sangat membutuhkan kedua orang tuanya. Lantas, bagaimana bisa mereka membuat keputusan seperti ini? Kembali ke kampung halaman tanpa memedulikan putri mereka yang bahkan belum lama keluar dari rumah sakit? Ya Tuhan …. Arum menarik napas dalam sebelum kembali berbicara. “Tolong, Bu, Pak, Arum masih belum siap ditinggal sama kalian. Arum masih butuh Bapak dan Ibu di sini,” ujarnya pelan. Berusaha mengontrol emosi yang entah kenapa jadi tak stabil. “Maaf, Nak, kami bukannya enggak mau menemani kamu di sini, tapi …, kamu sendiri tahu kan, kalau adikmu masih ada di kampung?

