“Untuk apa lagi kamu di sana, Nak? Toh, wanita yang kamu kejar-kejar itu sudah menikah dengan orang lain!” “Tapi, Bu …. Reza enggak bisa pulang gitu aja. Karena Reza yakin, pasti ada sesuatu yang terjadi sama Arum! Arum ..., dia ….” Reza menghentikan kalimatnya saat mendengar perkataan sang mama di balik sambungan telepon. “Jangan terlalu ikut campur dengan urusan orang lain, Nak. Enggak baik.” Begitu kata mamanya. Reza tahu, apa yang mamanya katakan tidaklah salah. Walau bagaimanapun juga, tak sepatutnya ia mencampuri urusan orang lain. Sekalipun orang itu adalah wanita yang sangat ia cintai. Namun, masalahnya …, mana bisa ia diam saja di saat satu-satunya wanita yang ia dambakan sejak dulu mengalami hal sulit begini, kan? Tidak. Reza tak bisa, dan ia tak mau! “Reza matikan telep

