“Bagus sekali, Arum!” Tubuh Arum menegang seketika saat mendengar kalimat yang penuh dengan penekanan itu. Sungguh! Rasanya seperti tersambar petir di siang bolong. Farzan, bagaimana bisa pria yang sibuknya bukan main itu tahu bahwa dirinya bertemu Reza hari ini? Terlebih di tempat ini. Berbagai pertanyaan mulai berkeliaran di kepala Arum. “P-pak Farzan …,” gumam Arum pelan. Sangat pelan, tapi masih mampu didengar oleh Reza maupun Farzan yang tengah berdiri tepat di belakangnya. “Pak, ini enggak seperti yang anda pikirkan. Saya dan Kak Reza hanya—“ “Saya enggak butuh penjelasan kamu sekarang, Arum!” tegas Farzan sebelum melangkah maju, menghampiri sang istri yang tengah tertangkap basah sedang bermain api di belakangnya. Dalam waktu sepersekian detik, pria yang rahangnya mulai

