“Yang, Sayang. Pakai baju dulu ya, biar nggak masuk angin.” Rainier pelan mengguncang bahu istrinya. Lyssa malas-malasan bangun. Selimut yang menutupi tubuhnya merosot, menampikan tubuh moleknya. “Jam berapa sekarang?” tanyanya. Rainier sudah wangi, rapi dengan setelan celana dan kemeja hitam. Pemuda itu ceria tengah menyisir rambut. “Jam dua. Aku kelamaan tidur. Si Alvin sama Hugo pasti sekarang sudah kesurupan, aku lupa ada meeting sama partner, hahaha.” Lyssa tertawa kecil, mendekat ke suaminya. “Sini, biar aku bantuin.” Rainier dengan senang hati duduk di sebelah istrinya, menyerahkan sisir dan gel rambut. “Habis ini Sayang mandi dulu saja, nanti biar aku suruh Nazwa beliin makan. Makan dulu ya, baru pulang.” “Aku tadi sebelum ke sini sudah makan.” “Makan lagi.” “Hm.” “Nanti

