Suasana sudah ramai sekali, nuansana warna merah dan hitam berpadu satu dalam satu tempat. Aira dan Sifa baru saja sampai di tempat reuni, dari kejauhan beberapa panitia yang melihat kedatangan mereka berdua sudah menggelengkan kepalanya sambil melipat kedua tangannya di d**a. Aira dan Sifa hanya bisa menyengir tanpa dosa, sesekali saja mereka berdua menjadi yang paling santai setelah sebelumnya mereka menjadi yang paling sibuk. “Eh eh ini kanjeng ratu baru datang.” Ucap salah satu temannya yang sedari tadi sudah melihat mereka berdua dari kejauhan. “Gue kan udah bilang, David. Gue ngurus kuliah dulu.” Ucap Aira penuh dengan kebohongan. “Si Anggi aja udah datang tuh, lo kan satu kampus sama dia.” Cela David yang merasa ia tidak bisa dibohongi oleh alasan Aira. “Satu kampus bukan berart

