“Aaaaaa......” “Jika saya mati kamu pun harus mati..” Aira membuka matanya dengan cepat, ia kaget setengah mati saat di sela-sela tidurnya mendegar kalimat-kalimat menyeramkan. Bug. Aira memukul bantalnya yang tak bersalah, hampir saja ia mati di dalam mimpinya sendiri. Kalau saja ia tidak bangun, mungkin Aira akan tersesat sendiri di alam bawah sadarnya dan sulit kembali. “Apaan sih lo?” Tegur Sifa yang menggeliat pelan sambil menoleh ke arah Aira. Aira bangun, ia mendudukkan dirinya sambil menatap layar laptopnya yang masih menyala. Napasnya tak beraturan, lebih cepat dari biasanya. Wajahnya juga berkeringat, dahinya yang terlihat basah dan bibirnya sedikit pucat akibat mimpi buruk yang baru saja Aira alami. “Lo bukan matiin ini film, gue jadi mimpi mau dibunuh tahu enggak!” Kesa

