Setelah duduk di atas tempat tidur Aira, Sifa tak langsung membuka obrolan. Ia masih mengistirahatkan dirinya, matanya juga tak berhenti memperhatikan tempat tidur Aira yang dipenuhi makanan ringan juga coklat yang ditaruh sembarang di atas tempat tidur. “Lo tadi ke sini sama siapa?” Tanya Aira sambil menutup gorden kamarnya. Sifa tidak menajwab, ia menelan ludahnya sendiri memperhatikan makanan yang Aira sediakan di atas tempat tidur. “Sif? Lo kenapa sih?” Tanya Aira yang kini berjalan menuju tempat tidurnya. Sifa berdecak. “Ini tempat tidur lo buat tidur apa buat jualan?” Aira menyengir. “Iya kan lo mau datang, dari pada duduk di bawah dingin mending di atas aja gitu. Sekalian makanan nya gue taro di atas juga, lagian masih terbungkus rapih jadi enggak akan berantakan ke kasur gue.

