Sebenarnya kalau dipikir-pikir, aku sudah baik-baik saja mengemudi sendiri. Apa yang terjadi tidak benar-benar membuatku memiliki trauma yang berkepanjangan. Aku berhasil menguasai diriku. Aku menjadi baik-baik saja. Tapi masalah mengendarai mobil sendiri, lebih baik tidak dulu. Bukan lagi karena tidak mampu, tapi demi keselamatan. Setidaknya jika Pak Budi yang mengantarku, orang-orang iseng itu tidak akan menggangguku. Jadi, seperti sekarang, Pak Budi yang menjemputku pulang. "Langsung pulang, Non?" "Iya, Pak. Ke rumah Mama aja," jawabku sambil melihat jalanan ibukota yang cukup macet di malam hari. Bastian is calling. Tumben. Aku jarang berinteraksi dengan Bastian jika tidak menyangkut tentang dua sahabat karibnya itu—Brian dan Alden. Atau Devan, karena dia adalah sumber informan t

