cerita kecil
??????? ??????? ??????.
Dalam hujan di malam itu, begitu mengerikan. Langit mengamuk melontarkan petir halilintar, mengerahkan badai ,melempar hujan. Di balik jendela kaca yang mengembun, terasa dingin dan menyedihkan.
Dalam hujan di malam itu, langit menyerukan kesedihan, menandakan kepedihan, menyiratkan kepiluan. Tak ada yang lebih menyakitkan lagi selain ini, kehilangan.
Melihat begitu banyak pergantian. Menyaksikan entah berapa perubahan. Mengalami kehilangan, kepahitan, dan penderitaan. Seperti tak ada habisnya.
Semua nya di mulai dari malam itu. Saat kulihat lubang hitam mengembang di langit, di sana takdir ku di ukir, semuanya bermula dari sana. Awal dari sebuah perjalanan tanpa tujuan, awal dari sebuah pencarian tanpa kepastian, awal dari semua yang kulalui, semua bermula dari kegelapan mengerikan di malam itu. Dari malam malam terakhir aku memiliki sedikit kebahagiaan, dan selanjutnya selalu di hiasi dengan kehampaan.
Ini menyakitkan.
Tak dapat melihat itu buta.
Tak dapat bicara adalah bisu.
Tak dapat mendengar berarti tuli.
Tak mampu merasa apa namanya?
Tidak memiliki sedikitpun ruang di hati. Untuk orang lain, apalagi diri sendiri. Tidak mendapat jawaban atas berbagai pertanyaan tapi terus diam dan menjalankan kebingungan.
Seorang manusia tanpa rasa kemanusiaan, masih bisakah ia disebut manusia?
Tidak punya nurani
Tak ada belas kasihan
Tidak punya kepedulian
Tak mengenal kebaikan
Juga tak tau keburukan
Apa itu semua?
Aku juga tak terlalu mengerti. Lebih tepatnya tak mengerti sama sekali.
Lagipula..
Takdir ini bukan untuk di pahami, tapi dijalani.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
?????? ??????? ??????.
Malam itu indah, penuh kabut putih yang bersinar cantik. Lalu di lengkapi embun yang turun dari langit. Sangat menyenangkan menikmati dunia malam itu. Seluruh negri terasa damai, menyejukkan hati juga pikiran.
Aku terpaku pada bayangan masa depan, merangkai berbagai rancangan untuk terusan kehidupan. Walau hanya sebuah khayalan, namun sudah cukup membahagiakan memiliki sedikit gambaran kehidupan.
Dalam gelap yang dingin, menyatu dengan alam. Saat orang orang sibuk mencari perlindungan, aku satu satunya yang tersisa di tengah kegelapan, dalam hujan yang tiba tiba lebat dan alam yang sejenak kemudian menggila.
Malam itu, bagaimana aku bisa melupakannya. Saat langit menyemburkan kemarahan, angin dan awan menyertai amukan, dan aku berdiri diantara kekacauan.
Saat itu, begitu mengerikan.
Tak mampu di deskripsikan.
Petir menggelegar, kilatan cahaya putih menyertai ledakannya. Api berkobar menentang air yang terus menghantam untuk membuat ia padam.
Tapi bukan itu...
Di tengah kekacauan, sebuah panggilan menyerukan ke hancuran. Langit seakan menangis menahan kehancuran, angin menggulung beterbangan tak tentu arah. Seluruh alam seakan kehilangan kendali. Dan di sana kekacauan pun terjadi.
Bermula dari lubang hitam mengerikan terbentang di angkasa. Seluruh kesedihan dan penderitaan berkumpul di sana.
Secercah cahaya entah dari mana, memberikan secarik mantra penenangnya. Sesosok dengan kecantikan tak terlukis kan, perlahan muncul dari kabut wangi yang menyerap semua kesedihan.
Waktu seakan terhenti, dan semua perlahan di perbaiki. Mulai dari menyapu angin, mengibas awan, menepis hujan, hingga menerangi kegelapan.
Benar benar sulit di gambarkan tapi begitu di nyatakan. Sangat sulit mengakui semuanya sebagai kebohongan.
Sosok itu...
Sangat menakjubkan. Bagaimanapun akan mudah terlupakan di dalam hingar bingar keindahan. Semua karena tampak samar, namun nyata. Ketulusan yang damai penuh ketentraman, membuat nyaman memberi rasa aman. Sebuah tanda bersinar pada media putih halus yang memiliki lima cabang ruas bertingkat. Tanda itu bersinar lembut dengan pola segitiga dalam lingkaran beserta ukiran rumit yang memenuhinya.
Dia memiliki nama. Tanda itu punya nama. Sebuah bisikan yang menyuarakan nya padaku, terdengar sangat halus dan indah seperti alunan musik yang penuh misteri tapi mengandung keindahan yang sangat berarti.
?????
Begitulah yang ku dengar. Sebuah nama yang mewakilkan sesosok keindahan. Itu menakjubkan.
Tapi ternyata menyakitkan saat kehilangan semuanya.
Hujan berhenti, langit tak menangis lagi, badai telah padam. Bola api raksasa naik ke langit dari arah timur memancarkan rona kemerahan yang mengesankan.
Ternyata sudah pagi.
Aku tertidur lama sekali, rasanya begitu nyenyak walau harus di guyur hujan semalaman. Dan juga, mimpi kali ini terasa sangat berarti.
Aku memandang ke arah langit, menentang bola api raksasa yang indah itu. Memejamkan mata, menikmati angin, menghirup wangi kehidupan.
Sebuah bisikan kembali melintas. Lagi lagi begitu nyata, sangat merdu dan terasa damai.Rasanya seperti ada sesuatu yang mengalir di seluruh tubuh, seakan terserap kesatu titik di mana semua tertumpu di sana. Aku mengangkat telapak tangan kanan lalu menggenggam sebuah kenyataan.
?????
Rasa nya tak terlukis kan, begitu penuh kebahagiaan diantara berjuta keindahan. Begitu bahagia, sangat bahagia hingga tak tau entah kapan hati ini merasa perih sekali.
,,,,,,,,,
????, 14 ??????? 2020
(00:58 ???)
????????