the light in the dark

522 Kata
Kerlap kerlip cahaya indah berhamburan seperti debu cantik yang beterbangan. Alunan alunan kecil terdengar diantara gugusan gugusan bintang dari berbagai Galaxy. Jarak yang mencapai jutaan tahun cahaya tak menjadi penghalang mereka menampilkan pertunjukan angkasa yang luar biasa. Dua sosok saling berhadapan tak bergerak dan hanya diam. Gambaran gambaran kejadian bermunculan di atas keduanya, mempertunjukan suatu kisah pada waktu ratusan tahun yang hampir terlupakan. Pertunjukan berhenti. Suasana mendadak hening. Semua kehampaan mengalir dalam perjalanan waktu yang panjang. Menyatu dan akhirnya terpecahkan oleh sebait kalimat yang terdengar begitu bersahabat. "Pergilah dan tunggu kedamaian untukmu" Jayden mengangkat kepalan tangannya lalu perlahan membuka dan menampakkan sebongkah kristal hijau cantik yang bersinar lembut. Kristal itu mengambang di udara lalu bergerak dengan insting nya sendiri dan berhenti tepat di hadapan sosok lelaki yang bernama belakang La Alkafia itu. Jayden menarik tangannya meletakkan di depan d**a lalu membungkuk sekilas sebagai tanda penghormatan "Tuan Muda La Alkafia perjuangan mu cukup sampai disini. Sekarang saatnya untukmu mengundurkan diri dari arena pertempuran. " tuturnya dengan seulas senyum menawan. Ivan diam tak bergerak saat perlahan kristal itu bergerak ke arahnya, semakin dekat hingga berada tepat di hadapannya. Matanya menatap ragu tapi seakan ada yang memanggilnya di sana dan mencapai akhir itu. Perlahan kedua tangannya terangkat hingga sejajar di kedua sisi kristal itu. Ia menangkup kristal cantik itu dengan kedua telapak tangannya hingga tiba tiba cahayanya menghilang. Waktu seperti terhenti dan semua menjadi hening. Begitu hampa bagai menunggu setetes air jatuh dan memecah riak yang tenang. Cahaya terang yang sempat teredam mencuat muncul berkali lipat lebih menyilaukan, menerangi setiap sudut kegelapan menyelimuti semuanya yang ada dengan cahya indahnya. Ivan terperangah, sebelum dirinya benar benar hilang di telan cahaya matanya jelas melihat Jayden tersenyum. Dia tersenyum dalam bayangan yang memudar sementara sosok kegelapan menyelimuti di belakangnya dan seakan siap menerkam dirinya yang bagaikan cahaya. Apa itu kesedihannya? ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Si sisi lain.... Pertempuran dua penguasa masih berlanjut. Dua sosok yang duduk angkuh di singgasananya, saling mencoba menjatuhkan satu sama lainnya. Hawa persaingan dan kebencian yang pekat ikut mempengaruhi suasana di sekitarnya. Dua sosok yang di gambarkan berbeda, satu dengan sisi kelam yang menakutkan dan lainnya dengan sisi tenang penuh kewibawaan. Namun persaingan akan kekuasaan meleburkan keduanya. Meskipun ia terlihat baik atau buruk sekalipun akan tetap sama. Pada akhirnya mereka hanyalah para biadab yang buta akan kekuasaan. Orang orang serakah yang akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya. Bola dunia yang mengambang diantara mereka menunjukkan arena perburuan yang masih berlangsung sebuah pertarungan. Satu titik melebur dan datang ke sisi raja selatan Claderyos. "Humph, sangat di sayangkan" Raja utara Laory mengeluh dalam suaranya berbanding terbalik dengan ekspresi wajahnya yang penuh senyum. "Kepercayaan diri belum cukup membuatmu menang" Raja selatan Claderyos menyahut dengan datar. "Mempunyai pion yang murah hati begitu menyebalkan bukan? Bahkan dia menyerah secara cuma cuma" Ia melanjutkan. Raja utara Laory menghela nafas pelan "Yaahh Ksatria ku yang mulia sangat tidak tahan menindas yang lemah. Jadi membosankan, ya.. " Ia berujar dengan nada sedikit mengejek. Tak ada perasaan cemas akan kekalahan, seolah ia bisa melihat masa depan dan pasti akan hasil yang akan di dapatnya. Sementara kegelapan mengintai dengan kemarahan kebencian dan penuh aura mematikan. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, xxxxxx,,,,,,,,,,,, ?????, 19 ???????? 2020 (12:55 ???) ???????
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN