Diantara gugusan bintang, berjuta warna dalam kabut indah yang menakjubkan. Bintang bintang mengambang bersama benda langit lainnya. Latar gelap mempertegas keindahan berlian malam itu.
Dua portal dari arah berlawanan terbuka dan menampilkan dua sosok berbeda. Mereka berdiri di atas alas lingkaran tipis tak kasat mata dengan ukiran rumit memenuhinya.
Arena Galaxy
Di sisi kiri, sosok berjubah hitam menutupi seluruh tubuhnya serta topeng abstrak yang melekat di wajahnya.
Di sisi kanan, sosok pria dengan rambut putih serta manik hijau pucat yang memancarkan tatapan penuh kelembutan yang mematikan.
"Sebagai sesama I'Cord di sini, salah satu dari kita di minta undur diri. "
Pria itu Jayden memulai di antara mereka "Tapi seandainya kita di sini sebagai dua manusia biasa, apa yang akan kita lakukan? "
Pertanyaan yang menjurus untuk mereka , namun terasa jelas hanya di minta untuk Ivan seorang saja yang menjawabnya. Seakan sang penanya itu telah mengetahui segalanya.
"Aku tak bisa berandai untuk yang bukan diriku" Jawab Ivan seadanya dalam tanda tanya yang juga mulai mengalir di benaknya. Mulai dari pertanyaan tentang sosok di hadapannya sampai pada pertanyaan tersulit yang ingin sekali ia temukan jawaban nya.
Sebagai dua manusia biasa...
Apalagi yang bisa mereka lakukan?
Apakah manusia biasa bisa berada di arena pertempuran galaxy seperti ini?
Ivan tersenyum sinis dalam hati. Apa gunanya membayangkan hal yang sama sekali tak mungkin. Tapi.. hanya saja semakin menyesakkan saat ia mencoba mengelak dari semua nya.
"Bisa kita mulai dengan perkenalan? " Jayden menawarkan. "Dari nama misalnya? "
Sempat terdiam, Ivan bergerak melepas topengnya memperlihatkan kulit putih kekuningan miliknya di wajah yang tegas penuh wibawa dalam iris kelam yang tajam serta rahang kokoh dan wajah yang di pahat dengan sempurna seperti seorang jenderal yang siap memimpin bala tentara ke medan perang menuntut kemenangan. Tentu sangat kontras dengan Jayden yang cenderung lebih tenang penuh kelembutan namun menyimpan kekuatan mematikan.
"Ivan.. Michael Erivan La Alkafia. "
"Senang berkenalan denganmu. Aku Jayden, Jayden Exander Arexis"
Mendengar nama itu Ivan sedikit tersentak "Arexis.. " Desisnya pelan"Kebangsawanan Arexis yang telah menjadi cerita ratusan tahun lalu. Bagaimana mungkin.. "
Jayden tersenyum singkat lalu menghela nafas panjang "Ini akan menjadi cerita yang panjang. Mari mulai dari kisah ratusan tahun lalu.. "
Ivan bergeming menatap sosok keindahan di hadapannya. Rasa takjub membuatnya hanyut seketika dan masih tak mampu bangun dari kekaguman nya.
Seperti dari yang dirumorkan tentang bangsawan Arexis yang legendaris. Konon mereka adalah bangsawan terpilih yang mendapat tahta di Kekaisaran tertinggi dunia ini. Tapi mereka menghilang seiring tenggelamnya otoritas Kekaisaran dari dunia ini dan menjadi cerita turun temurun dari mulut ke mulut selama ratusan tahun.
Ivan tak pernah menyangka akan berhadapan dengan salah satu keindahan dari kebangsawanan Arexis saat ini. Bangsawan Arexis memang terkenal dengan visual malaikat yang menawan, disisi lain juga di deskripsikan sebagai kekuatan iblis yang mengerikan.
Dan kini Ivan menemui, melihat sendiri wujud malaikat berjiwa iblis berlabelkan Arexis itu.
Kala sosok legenda itu menutup matanya, cahaya cahaya indah melingkupi tubuhnya memancarkan ketenangan dan kelembutan. Sangat meneduhkan dan mampu membuat takhluk siapapun yang melihatnya.
Di sisi lain saat kelopak mata berhiaskan bulu mata lebat putih itu terangkat, terpampang di sana mata zamrud yang pucat kini bersinar terang disertai tanda rumit yang menambah keindahan di mata itu. Namun dalam sekejap cahaya yang melingkupi tubuhnya berpadu dengan ketegasan dan intimidasi yang mampu menekan lawan. Kelembutan yang berpadu dengan k*******n menghasilkan kegagahan penuh keanggunan.
Satu hal yang mulai di sadari...
Dia...
.... bukan hanya Arexis.. tapi juga...
............ Ziomytri.....
ZIOMIST!!!!!
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
?????, 31 ??????? 2020
(01:34 ???)
????????