bc

Istri keduaku DEVIL QUEEN

book_age18+
2
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
HE
kickass heroine
mafia
heir/heiress
bxg
lighthearted
mystery
loser
witty
harem
like
intro-logo
Uraian

- Sequel AY, MY WORLD... -

.

Dino Raden Pratama yang lebih suka di panggil Dino, salah satu dari Tiga bujang kece yang terkenal dengan sifat lucu dan tingkahnya yang konyol.

.

Setelah penantian panjang akhirnya Dino berhasil menikahi Aura Sevia Mahesa, perempuan yang selama ini dia sukai sejak duduk di bangku sekolah. Meskipun Aura tidak mencintainya tapi Dino menerimanya dengan ikhlas tak terkecuali dengan segala hal tentang masa lalu istrinya.

.

Tapi apa jadinya jika Rumah tangga mereka di uji dengan hadirnya Jill Darlene? Perempuan yang tidak sengaja dia tabrak dalam kecelakaan mobil dan menyebabkan Perempuan itu menjadi buta. Apalagi kedua orang tuanya yang memaksa Dino untuk menikahi Jill sebagai bentuk pertanggung jawaban.

.

Bagaimana kehidupan Dino yang selama ini tak pernah merasakan bagaimana rasanya berpacaran, tiba-tiba harus ber istri Dua? Apalagi... Ternyata Jill Darlene mempunyai identitas yang tidak biasa dan kemampuan yang luar biasa.

.

"Gara-gara sering ngatain Arion nih... Jadi kena karma kan gue! Pusing banget dah."

.

Dino Raden Pratama.

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Dino Raden Pratama
Ning nong Ning nong Ning nong Nguuuuung... Nguuuuuungg.... Suara sirene mobil pemadam kebakaran menggema di sebuah kamar yang berukuran tidak terlalu besar, membuat seorang pria berusia 24 Tahun terlonjak kaget dari tidurnya. “KEBAKARAN... KEBAKARAN....” Dia berlari dengan panik dan tergesa kesana kemari di kamarnya, nyawanya masih belum terkumpul sepenuhnya karena dia baru beranjak bangun. Tapi ketika kesadarannya mulai terkumpul, akhirnya dia baru menyadari sesuatu. “Busyet dah... Itu kan bunyi alarm ponsel gue.” Serunya seraya menepuk dahinya. Memang dia memilih nada ringtone alarm di Ponselnya yang anti mainstream, karena jika dia memilih nada ringtone yang biasa-biasa saja seperti... Kriiiing... Kriiiiing... Atau, Tulalitt... Tulalittt... Apalagi, Bip bip bip bippp.... Bisa-bisa dia tidak akan bangun dan malah akan tertidur pulas lagi karena bunyi alarm tersebut seperti lagu pengantar tidur baginya, lalu dia bergerak untuk mematikan bunyi suara ponselnya yang berada di atas nakas. “Yaelah... Cepat banget paginya, perasaan baru sebentar boboknya. Mending mandi dulu dah dan siap-siap ke kantor dari pada nanti kena semprot Bos Kampret.” Monolognya pada diri sendiri lalu bergegas pergi ke Kamar mandi, setelah hampir Dua puluh menit akhirnya dia keluar dari kamar mandi dan langsung memakai setelan baju kerjanya. Kemeja plus dasi tanpa jas yang melekat pada tubuhnya dan tentunya itu telah menjadi ciri khasnya, dia tidak terlalu nyaman memakai jas karena dirinya hanya bekerja sebagai Asisten pribadi. Lalu dia berdiri di depan cermin untuk melihat penampilannya, dia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri secara bergantian agar bisa melihat penampilannya dari samping. Dengan gaya sok coolnya dia menyibak rambutnya ke belakang. “Udah cakep banget dah... Suami rasa perjaka ini.” Dia terkikik geli dengan ucapannya sendiri, memang pria yang bernama lengkap Dino Raden Pratama itu sudah mempunyai istri bernama Aura Sevia Mahesa. Perempuan yang di sukainya sejak duduk di bangku sekolah, kalau kalian mengira kisah cintanya sangat indah karena berhasil menikahi gadis yang di sukainya... Nyatanya kalian salah. Cinta bertepuk sebelah tangan, itulah yang di rasakan Dino karena Aura menyukai sahabatnya Arion. Dia hanya bisa mengikhlaskan dan memendam perasaannya seorang diri, dia percaya puncak pengorbanan sebuah cinta adalah... Merelakan orang yang kita sayangi bahagia meskipun itu bersama orang lain. Apakah dia dendam pada sahabatnya Arion? Jelas tidak, Karena baginya... Jodoh, maut dan rezeki sudah di atur oleh Tuhan. Jadi dia hanya bisa ikhlas menjalani takdirnya. Tapi pada akhirnya, kesabarannya berbuah manis. Dia berhasil menikahi Aura meskipun Aura masih belum bisa mencintainya, Dino tahu bahwa Aura menerima tawaran menikah dengannya karena Aura tidak ingin anak yang ada dalam kandungannya di cap sebagai anak haram. Aura sendiri tidak tahu siapa ayah biologis anaknya, semua terjadi karena kecelakaan satu malam dalam kondisinya yang saat itu sedang mabuk. Selain itu faktor paksaan dari Ayah Aura agar mereka menikah menjadi salah satu pemicu pernikahan itu terjadi. Sebenarnya dia tidak ingin memaksa Aura untuk menikah dengannya, dia hanya tidak tega dan merasa kasihan pada Aura. Bagaimanapun juga, Aura adalah perempuan yang pernah dan masih menempati ruang hatinya. Back to topic... Dino bergegas keluar dari kamar untuk menemui putri kecilnya Audi Nathania, putri kandung istrinya yang kini sudah berusia 10 Bulan. Walaupun bukan darah dagingnya, tapi Dino sudah menganggap Audi seperti putri kandungnya sendiri. Di ruang makan Audi tampak duduk di kursi khusus untuk balita, dia sedang makan bubur di suapi oleh pengasuhnya. “Pagi Princess-nya Pipi...” Dino mendekat dan mencium pipi Audi dengan gemas, membuat bayi kecil itu tertawa dengan lucunya. “Ulu ulu... Gemoi nya putri Pipi,” Lanjutnya menggoda Audi yang sekarang sedang tertawa dan berceloteh Pi Pi Pi Pi pada Dino, membuat Dino sangat gemas karena putrinya hanya bisa mengucapkan kata tersebut. “Eh... Suci bin debu, siniin! Biar gue yang suapin Princess.” Titah Dino pada pengasuh anaknya. “Mas Dino mah gitu, nama aku Suci nggak pake debu.” Protesnya. “Siapa suruh Emak lo kasih nama kayak judul sinetron.” Sahut Dino dengan santai lalu merebut mangkok Audi dari tangan suci. “Biar Suci saja yang suapin Non Audi, Den. Lebih baik Den Dino cepat sarapan biar tidak telat berangkat ke kantor, ini... Bibi sudah siapin makanan kesukaan Den Dino.” Seru Wanita paruh baya yang datang dari arah dapur sambil membawa semangkuk semur jengkol, lalu meletakkannya di atas meja makan. “Wah... Bibi Iteng tau aja kalo dari kemarin Dino pengen makan ini.” Wajah Dino terlihat berbinar melihat makanan kesukaannya, membuat Suci bergidik ngeri. Bukan karena dia merasa takut, tapi karena Suci sedikit ilfeel ketika melihat kelakuan Tuan majikannya yang tidak ada jaim-jaimnya. Lalu dengan cepat Suci merebut mangkok Audi dari tangan Dino lagi, saat melihat mata Tuannya sedari tadi tidak pernah lepas memandangi semur jengkol tersebut. “Ganteng-ganteng makannya semur jengkol.” Cibir Suci lirih. “Hush... Sudah sana, suapin Non Audi dulu! Tuh, mulut Non Audi sampai mangap-mangap.” Sentak Wanita paruh baya yang biasa Dino sapa Bibi Iteng. Sebenarnya... Namanya adalah Sumi, tapi Dino selalu memanggilnya Bibi Iteng hanya karena suaminya yang bekerja sebagai supir di rumah orang tua Dino bernama Bayan. Jadi Dino memanggil nama suami Bi Iteng dengan sebutan Paman Kabayan, tapi meskipun begitu Bibi Iteng tak pernah marah dan mempermasalahkannya. Mereka tahu anak dari majikannya itu adalah orang yang humoris dan lucu, dia menyayangi Dino seperti anak kandung mereka sendiri. Di sisi lain Dino memilih tidak memedulikan cibiran Suci, dia sama sekali tidak marah. Dino sudah mengenal Suci sejak kecil karena Suci adalah keponakan dari Bibi Iteng, dia sudah menganggap Suci seperti adik kandungnya sendiri sehingga Dino mempercayakan Suci menjadi pengasuh putrinya. “Den... Nyonya Dina berpesan, hari libur Den Dino di suruh pulang ke rumah bersama Non Audi. Nyonya bilang beliau sedang merindukan cucunya.” Ucap Bibi Iteng pada Dino. “Ck! Bilang sama Mami, Bi. Jangan dusta deh!” Sahut Dino dengan raut wajah jengah. “Memangnya Dino nggak tau kalo Mami sering culik Audi waktu Dino sedang kerja, bilang aja kalo Mami yang kangen Dino.” Tambahnya lagi yang membuat Bibi Iteng terkekeh pelan. “Nyonya Aura tidak pulang lagi Den, dari kemarin Bibi tidak lihat?” Tanya Bibi Iteng. “Eh... Itu Bi, ada kerjaan di Luar kota, besok juga sudah pulang kok. Oh iya... Kayaknya Dino sudah telat deh, Dino berangkat dulu ya Bi...” Jawab Dino sedikit gelagapan, lalu buru-buru pamit setelah bangkit dari duduknya dan dengan cepat mengecup pipi putrinya. “Sekarang aman dah, cara jitu keluar dari situasi horor tadi.” Ucap Dino ketika sudah masuk ke dalam mobilnya. Dino memang sengaja melarikan diri, dia tidak ingin Bibi Iteng bertanya macam-macam padanya karena dia sendiri bingung harus menjawab apa? Bukannya dia tidak mau jujur dan terbuka, tapi Dino tahu bahwa Bibi Iteng melakukan hal itu karena mendapat perintah dari Mami nya untuk mencari tahu tentang keadaan rumah tangganya. Dari awal Mami nya tidak begitu setuju kalau dia menikah dengan Aura, Mami nya itu selalu mencari-cari kesalahan Aura karena ketidaksukaannya pada Aura. Tapi bukan berarti Mami nya jadi ibu mertua yang jahat, hanya saja Mami nya memang sangat cerewet. “Ckckck... Pintar banget dah gue, tampan pula. Eh, tunggu! Kayaknya ada yang kelupaan.” Monolognya lagi seraya berkaca pada spion kaca atas mobilnya, lalu beberapa detik kemudian terdengar suara merdu nan nyaring menggema memenuhi seisi mobil. Dutttttttttttt.... “Ah... Leganya,” Celetuknya lagi tapi sesaat kemudian Dino terlihat ingin muntah lalu membuka kaca samping mobilnya. “Busyet... Bom atom gue dahsyat banget dah, baunya cetar membahana.” Monolognya lagi seraya melongokkan kepalanya keluar dari jendela mobil. Memang setiap pagi Dino mempunyai ritual buang angin, tapi biasanya dia buang angin ketika dia masih berada dalam kamarnya. Bukan kelepasan di dalam mobil seperti ini, apalagi barusan dia memakan pete yang otomatis akan membuat baunya semakin menyeruak dalam mobil. Setelah baunya sudah menghilang, dia bergegas melajukan mobilnya menuju tempat kerjanya. *** Di belahan Benua lain, seorang pria paruh baya yang berwajah sangar dengan rahang yang tegas dan bermata tajam duduk di kursi kepemimpinannya. Meskipun usianya hampir mencapai setengah abad tapi ketampanan dan kegagahannya mampu mengalahkan para pria dewasa. “BAGAIMANA KALIAN SEMUA BISA LENGAH HAH?!” Pria penguasa dataran Eropa tengah yang di juluki King of death itu bahkan sampai menggebrak mejanya dengan keras, bagaimana tidak? Gedung persenjataannya tiba-tiba saja terbakar oleh ulah seorang Penyusup hingga dia mengalami kerugian yang sangat besar. “Ampuni kami King.” Hiba Dua anak buahnya yang sedang berlutut di hadapannya, mereka bergetar ketakutan saat melihat kemarahan dan aura devil bosnya yang sangat mendominasi. “Ini juga karena kelalaian saya Tuan, saya membiarkan Austin merekrut penyusup itu tanpa menyelidiki latar belakangnya dengan jelas.” Sahut Pria bermata sipit keturunan Cina yang merupakan kaki tangan King, Sang penguasa. Kaivan membungkukkan punggungnya dengan penuh rasa bersalah pada Bosnya, sedangkan Austin sendiri merupakan salah satu kaki tangan King juga. Tapi tingkatannya masih jauh di bawah Kai, Austin sekarang sedang di rawat di Rumah sakit karena luka tembak dan beberapa luka bakar akibat insiden itu. Kurasa aku terlalu meremehkannya, Singa tetaplah Singa. Jika belum merasa puas... Dia bisa kapan saja menerkamku, meskipun aku yang mengambilnya dari jalanan dan membesarkannya. Batin King yang mempunyai nama asli James Alfred Spencer, dia sudah menduga siapa dalang di balik insiden ini. “Bawa mereka ke Distrik Utara untuk menjalani hukuman mereka!” Titah James dengan tegas pada Kai, Kedua anak buahnya tampak bernafas lega karena mereka tidak jadi di bawa ke Penjara bawah tanah untuk di eksekusi. “Baik Tuan.” Angguk Kai dengan hormat, lalu dengan cepat membawa mereka keluar dari Ruangan Bosnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.7K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.2K
bc

Troublemaker Secret Agent

read
59.1K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.2K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.0K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook