reyhan pov
Reyhan sudah berada di rumah bik darmi, reyhan berusaha menjelaskan pristiwa yang sudah terjadi antara dirinya dan serly. Bik darmi hanya tertunduk , diam seribu kata. Air mata bik darmi tiba-tiba saja jatuh . “maafkan saya tuan, ini salah saya” bik darmi merunduk ke kaki reyhan, sehingga membuat reyhan kaget, dan berusaha membangunkan bik darmi dan menyuruhnya untuk duduk kembali
“jangan bik, bik darmi tidak boleh melakukan itu, “ jelas reyhan
“tapi ini semua salah saya , saya terpaksa mengikuti perintah nyonya diandra , untuk membawa cici melakukan tes DNA ke rumah sakit, alasan nya dia tidak percaya bahwa cici anak dari alex suaminya, ternyata nyonya diandra malah menggunakan hasil tes DNA itu untuk menghancurkan hubungan tuan dengan dokter serly. Sungguh tuan saya tidak tau masalah itu, ternyata nyonya diandra mengganti nama alex, menjadi nama tuan.”jelas bik darmi sambil menangis
“bik, ini semua tidak salah bibik, bibik dan cici adalah korban kejahatan dari diandra dan juga alex, tapi bolehkan bibik membantu saya, untuk menjelaskan semuanya ini pada istri saya” pinta reyhan pada bik darmi
“saya siap tuan”
Reyhan pun membawa bik darmi ke rumah tante sandra. Sesampainya di sana, sandra, reyhan dan juga bik darmi, sudah menunggu serly di ruang tamu. Dengan mata sedikit bengkak, wajah kusut serly keluar dari dalam kamarnya menemui mereka. Walau hatinya sakit, namun serly juga butuh mendengarkan penjelasan dari bik darmi secara langsung.
“dokter , maafkan saya “ jelas bik darmi sambil mendekati serly
Serly hanya diam, dia hanya menatap ke bawah, tak berani dan juga belum sanggup menatap siapa pun. Telinganya Cuma hanya mau mendengar. Dan hatinya berusaha kuat untuk menerima kenyataan apapun yang keluar dari mulut bik darmi.
Bik darmi mencoba memulai penjelasannya, walau serly tetap diam membisu seribu Bahasa.
****************
Flashback on
“ bik darmi , ikut saya segera , jangan lupa bawa cici” panggil diandra yang sudah dari tadi menunggu bik darmi di depan tempat dia berjualan.
“kita mau kemana?” tanya bik darmi ketus
“saya akan membawa cici untuk tes DNA, kamu kan tahu saya tidak akan semudah itu percaya kalau cici adalah anak suami saya, jadi kalau begitu saya mau melakukan tes DNA” jelas diandra
“ooh, jadi itu yang membuat anda selama ini tidak mau cici mengetahui alex ayahnya, karena anda ragu bahwa cici benar anaknya?” bik darmi sangat panik, dia marah dengan ucapan diandra
“eh nenek tua, jangan banyak bicara, ayo cepat, saya tidak punya banyak waktu” ujarnya
“baik lah, kalau itu mau anda, saya siap, tunggu di sini, saya akan menjemput cici ke rumah “ bik darmi pun memanggil cici
Sesampainya di rumah sakit, cici pun di periksa, dan dilakukan pengambilan darah.
“nek, cici mau diapain, asma cicikan tidak kambuh?” tanya cici penasaran
“tidak sayang, kamu Cuma di periksa saja kok” bik darmi mencoba menenangkan cici yang sudah mulai gelisah
Diandra hanya diam, wajahnya nya memberikan ekspresi sinis. Dia duduk bersebrangan dengan bik darmi dan cici, di ruang tunggu. Sambil memainkan ponselnya, sesekali matanya melirik ke dua orang yang menurutnya tidak sederajat dengan dirinya.
Setelah selesai mengambil darah, cici dan bik darmi di antar pulang oleh diandra kembali ke tempat mereka berjualan.
“hasilnya nanti saya kirim” ucap diandra sinis “ ayo jalan pak” ucap diandra pada supirnya
Bik darmi dan cici hanya diam, diandra meninggalkan keduanya di tepi jalan di dekat supermarket tempat mereka berjualan.
“nek, dia itu siapa sih?” tanya cici yang dari tadi sudah penasaran
“oh, dia teman nenek sayang” bik darmi mengeles, seolah dia sangat takut cici mengetahui bahwa diandra adalah ibu tirinya
“cici tidak suka dengan dia nek” jelas cici pada nenek nya
“sayang tidak boleh seperti itu, tante diandra baik kok “ tambah nenek , meyakinkan cici , agar tidak berprasangka buruk pada ibu tirinya itu.
Cici hanya diam, dahinya mengerut
“kalau begitu ayo kita pulang “ ajak nenek pada cici
Flashback off
***************
author pov
Air mata serly tumpah seketika, dia duduk di sofa, tangannya menutup matanya yang sudah sudah di banjiri air mata. Dia menyesal sudah tidak mempercayai suaminya sendiri. Penyesalan nya membuat dirinya malu sekali kepada semua orang yang berada di hadapannya. Reyhan berusaha mendekati serly, tangan kanannya merangkul bahu serly, sedangkan tangan kirinya memegang tangan serly.
“sayang maafkan aku, aku menyesal” ucap serly sambil menangis
“udah , jangan menangis sayang, kamu gak salah kok” reyhan memeluk erat serly
“aku menyesal sayang” serly tetap menagis di pelukan reyhan.
“udah sayang, jangan menangis , ini semua murni kejahatan diandra, dia ingin kalian bertengkar” jelas sandra
“ia dokter, sekali lagi saya mohon maafkan saya” bik darmi tertunduk
Serly mendekati bik darmi dan memeluknya “ nenek jangan menyalahkan diri nenek, nenek melakukan ini karena nenek ingin yang terbaik buat cici, saya paham sekarang , nenek tidak salah, yang salah itu diandra, dia itu sangat licik. Nenek dan cici harus berhati-hati padanya” ucap serly sambil memeluk bik darmi
“makasi ya dokter”
Selesai memberikan penjelasan kepada serly, bik darmi pun di antar pulang oleh reyhan. reyhan sangat bersyukur sekali karena serly akhirnya dapat menerima penjelasan dari bik darmi. Hati reyhan pun sedikit lebih tenang. Dirinya pun punya sebuah rencana cemerlang , agar diandra dapat menerima segala ganjaran akan perbuatan liciknya .
***********
author pov
Selesai makan malam reyhan pun masuk ke dalam kamar, dia melihat serly sedang berdiri di depan jendela sambil termenung. Reyhan mendekat kearah serly, di peluknya serly dari belakang, sehingga membuat serly kaget “sayang”
“kamu kenapa , memikirkan hasil TES DNA itu lagi?” tanya reyhan pada serly
“tidak kok sayang, aku Cuma penasaran aja, kenapa diandra melakukan itu kepada kita, padahal kita sama-sama sudah menikah, sama-sama punya keluarga, kenapa dia tega melakukan itu pada kita?” serly bertanya-tanya
“aku juga tidak mengerti, kenapa dia melakukan itu ?” reyhan juga sangat penasaran
“apa jangan-jangan diandra masih suka dengan mu ?” jelas serly
“apa-apaan sih, itu tidak mungkin sayang” sangkal reyhan
“tapi kalau itu benar bagaimana?” serly berfikir jauh
“udah jangan bicara seperti itu lagi, aku gak mau mendengarnya” reyhan menjauh dari serly, dirinya sedikit marah mendengar ucapan serly
“sayang, tapi apa yang aku bilang beralasan” jelas serly lagi
“serly cukup, aku gak mau bahas ini lagi”
“sayang “ serly mencoba mendekati reyhan
Namun ucapan serly tiba-tiba tertahan, karena kini bibirnya telah di sambar secara paksa oleh suaminya itu. Di emmutnya perlahan demi perlahan hingga menjadi sangat ganas. Lidahnya bermain masuk dan keluar, menjelajahi satu persatu gigi serly.
Tangan reyhan tak tinggal diam, perlahan dia membuka satu persatu kancing baju kemeja serly hingga kemeja itu akhirnya jatuh ke lantai, kemudian di susul dengan pakaian dalam. Serly kini sudah setengah t*******g.
Reyhan menenggelamkan wajahnya ke d**a serly, di ciumnya dan meninggalkan kissmaks yang memberi tanda kepunyaannya, di remasnya, sesekali di emut dan di jilatnya, membuat serly mendesah dan basah.
Reyhan menghentikan kegiatannya. Di bukanya seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya, dan juga serly. Di angkatnya kedua kaki serly sehingga mengangkang. Reyhan menatap inti serly sambil tersenyum. Serly yang sudah basah, tak sabar menunggu kegiatan panas dari reyhan .
Reyhan mendekat ke area inti serly, di jilatnya, bulatan kecil di inti serly, sehingga membuat serly kelimpungan, tubuhnya menggeliat seperti tersetrum listrik, dia mendesah ,
“aaaahhhh,…yang,ini nikmat” ucap serly yang sudah bergairah
Reyhan melanjutkan kegiatannya, sehingga membuat serly benar-benar ,merasa geli
“yang, aku ma…u , aaaahhh” serly semakin tak terkendali, dia hampir mencapai orgasmenya.
Reyhan menghentikan kegiatannya itu, dia pun langsung memasukkan kejantanannya kelubang inti serly secara tiba-tiba, hingga membuat serly kaget dan semakin mengeluarkan mendesah.
“aaaaaahh,…… “ serly kaget , reyhan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang penuh gairah itu.
Reyhan memaju mundurkan pinggulnya, secara perlahan agar membuat serly tidak begitu kesakitan. Reyhan membangunkan serly dari berbaringnya tanpa memutus penyatuan mereka. Serly kini berada diatas paha reyhan. reyhan memangku serly , menaik turunkan tubuh serly sehingga membuat kedua nya sama-sama mendesah.
Suara decakan karena penyatuan dua kelamin itu terdengar jelas di ruangan itu, belum lagi suara erangan dan desahan yang membuat kedua nya di dalam gairah tingakat tinggi.
Reyhan mengangkat tubuh serly, menyuruhnya untuk berbalik arah membelakangi reyhan . reyhan menghujamkan kejantanannya itu kembali ke inti serly, tangannya menggenggam erat buah d**a serly. Gerakan reyhan semakin cepat. Nafas mereka semakin menggebu, peluh keringat mereka sama-sama bercucuran. Keduanya tenggelam dalam adengan yang panas.
Reyhan dengan cepat memaju mundurkan pinggulnya, desahan serly semakin menjadi-jadi.
“hmmmmmgh….. “ reyhan mendesah
“aaaaaaaaaaahh..”
“hmmmghh”
Keduanya sama-sama mendesah, kegiatan itu berlangsung tidak begitu lama, mengingat kondisi serly belum 100 % pulih dari kesedihannya, dan hingga akhirnya keduanya sama-sama mencapai klimaks.
Reyhan berbaring memeluk serly yang terlihat begitu Lelah, diciumnya bahu serly yang penuh keringat.
“sayang , makasi” bisik reyhan pada serly
Serly hanya tersenyum manis, sambil memeluk reyhan kembali.
***********