Serly masuk ke dalam kantor itu, lalu ber tanya pada seorang wanita yang ada di meja resepsionis “hallo mbak, bolehkah saya bertemu dengan pak reyhan ?” tanya nya pada seorang wanita. wanita itu menatap wajah serly “apa mbak udah buat janji ?” , serly menggeleng “waduh maaf mbak, kalau belum buat janji , mbak gak bisa bertemu sama pak reyhan, mohon maaf mbak” wanita itu meminta maaf pada serly .
“tapi ini masalah mama pak reyhan mbak” serly tak putus asa, dia tetap berusaha meyakinkan wanita itu.
“maaf mbak, sudah peraturan pak reyhan seperti itu mbak, kalau belum buat janji dia gak bisa bertemu pak reyhan” wanita itu tetap menolak “walaupun itu masalah ibunya?”
“maafkan saya mbak, saya takut di pecat” serly kesal sekali pada wanita itu, dia pun mencoba duduk di sofa yang ada di depan resepsionis “ya ampun susah sekali buat jumpa sama manusia seperti reyhan ini, orang yang super sibuk, yang gak peduli sama siapa aja, termasuk ibunya, anak macam apa dia ini, tampangnya aja aku gak kenal, gimana aku mau menunggu dia di sini. Ah udah terjebak macet, sampai di sini gak jumpa, sia-sia Namanya begini” serly kesal, dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah tantenya Sandra tampak bingung dengan wajah serly yang dari tadi semenjak pulang cemberut dan tidak berbicara apapun.” Sayang, kamu kenapa, kok tante perhatikan dari tadi cemberut aja, apa ini ada sangkut pautnya dengan alex?” Sandra menanyakan langsung pada serly
“tidak kok tante,… aku gak mikirin itu kok, “
“terus apa sayang”
Serly mencoba menjelaskan pada Sandra apa yang sedang terjadi , dan Sandra pun ikut marah pada sikap reyhan.” Dasar ya, anak durhaka, ibu sendiri tidak di perhatikan” Sandra kesal
“itu lah tante, serly ingin sekali bantu bu maysa, tapi sia-sia, serly belum bisa menemui reyhan” serly lemah semangat
“kalau dengar perusahaannya tante seperti tidak asing sayang, pt Kusuma ya, “ tante Sandra mencoba mengingatnya “oh ia, kalau gak salah tante pernah bekerja sama dengan perusahaan itu, bentar ya, kalau gak salah tante pernah berfoto sama pemilik perusahaan itu” Sandra mencek beberapa foto di ponselnya
“nah ini ser, coba lihat “ Sandra menunjukkan ponselnya ke serly
“ini tante?” serly kaget melihat foto itu seakan tak percaya
“ini foto udah lama banget kalau gak salah, dua tahun lalu, karena foto ini penting banget makanya tante masih simpan” Sandra mencoba menjelaskan
“tante,…. si reyhan itu, wajah nya baik, tampan, tapi kok kelakuannya serem ya,… serly jadi takut tante”
“sayang, tapi tante pikir, kita gak tau apa yang sebenarnya terjadi, sebelum kamu ketemu orangnya, kamu gak boleh menyimpulkan jati dirinya reyhan seperti itu, kita berhak tanya sama dia apa penyebab dia seperti itu” jelas Sandra pada serly yang benci pada kelakuan reyhan.
“ya,… tante benar, besok serly harus cepat-cepat datang ke kantor reyhan, soalnya besok serly gak da jadwal di rumah sakit”
“ya udah, kamu hati-hati ya sayang, maaf tante gak bisa temani kamu, soalnya tante besok ada kerjaan”
“ia tante, makasi ya “
“sama-sama sayang “ Sandra mencium kening serly, lalu pergi ke kamarnya.
*********
Setelah selesai berolah raga, serly pun berangkat menuju kantor reyhan, jam masih menunjukkan pukul 06.30, reyhan masih belum terlihat disana, sengaja serly memarkirkan mobilnya di depan agar dia melihat siapa saja yang keluar masuk perkantoran itu. Serly mulai bosan menunggu di dalam mobil, akhirnya dia keluar , di lihatnya jam di tangannya sudah hampir 07.30 , hampir satu jam dia sudah menunggu di sana, tapi wajah reyhan yang dilihatnya di Hp tantenya Sandra belum juga terlihat.
Tiba-tiba terdengar oleh serly suatu kegaduhan dari arah belakang parkiran, serly yang penasaran langsung mendekat , dia ingin memastikan sebenarnya itu suara kegaduhan apa, betapa terkejutnya serly ketika dilihatnya di sana.
“alex,….” Serly membungkam mulutnya “ kenapa dia?, dia sedang berkelahi dengan siapa?” serly mencoba mendekat, tiba-tiba di lihatnya seorang wanita cantik yang sedang kewalahan melerai Alex yang sedang berkelahi “berhenti “ wanita itu berteriak-teriak, tapi alex dan temannya berkelahi tetap tidak memperdulikan, mereka tetap melanjutkan perkelahian mereka.
Serly datang mendekati mereka, dia ikut membantu wanita itu melerai pertengkaran alex dan temannya. Wanita cantik itu menarik alex, sedangkan serly menarik pria yang sama sekali belum di kenalnya “alex, berhenti…” serly teriak .
Semua berhenti, alex dan temannya terkaget melihat serly tiba-tiba datang dan menjerit di hadapan mereka “ kamu ngapain disini serly?” tanya alex kebingungan kenapa serly tiba-tiba muncul di hadapan mereke.
“seharusnya aku yang tanya , kenapa kalian bertengkar begini, kayak anak kecil, ingat kalian bukan remaja lagi ya, kalau ada masalah bicarakan baik-baik” serly terus marah kepada mereka
“ini bukan urusan kamu serly, “ alex balik marah ke serly
“memang ini bukan urusan ku, karena kamu bukan siapa-siapaku lagi, tapi aku tidak suka aja lihat orang berkelakuan kayak gak ada akhlak” serly mulai kesal
“ahhh,…..”alex meluapkan amarahnya “ayo sayang kita pergi , awas kamu rey, tunggu pembalasanku” alex pun pergi Bersama wanita itu meninggalkan serly dengan temanny bertengkar tadi.
Serly tampak sedih melihat kelakuan alex kepadanya “ya tuhan, kenapa aku selama ini di butakan cinta, sampai aku tidak menyadari betapa buruknya kelakuan alex, semua karena aku terlalu mencintainya, sehingga aku tak pernah tau bahwa alex memiliki sikap dan prilaku yang buruk, “ gumamnya dalam hati, “apa itu wanita yang sudah alex nikahi?, apa dia wanita yang sudah merebut alex dari aku?” semua pertanyaan itu bertubi-tubi muncul di benak serly sehingga dia lupa bahwa ada seorang laki-laki yang sedang kesakitan di sampingnya, karena berkelahi tadi.
“au,… “ suara laki-laki itu tiba-tiba menyadarkan serly dari lamunannya .
“oh, maaf, sakit ya?” serly mencoba membantu “sebentar ya” serly berlari ke arah mobilnya dan mengambil kotak P3K.
“sini aku bantu obati” serly mencoba membantu pria itu
“au,…sakit, apa kamu bisa? Pria itu meragukannya , serly hanya tersenyum , dia tidak memperdulikan ucapan pria itu, dia tetap dengan kerjaannya membersihkan semua luka-luka yang ada di tangan pria tersebut dengan lihai.
“nah, udah selesai, kalau sakitnya tambah parah, datang aja ke rumah sakit, “
“terima kasih”
“oya maaf kalau aku lancang, sebenarnya kamu ada masalah apa sama alex?” serly penasaran sekali
“itu bukan urusan kamu” pria itu berlalu pergi meninggalkan serly
“dasar, cowok aneh, udah di bantuin malah bersikap begitu, gak tau terima kasih banget” cerocos serly kesal, tiba-tiba serly teringat dengan niat awalnya datang ke perusahaan itu. Diingat-ingatnya kembali wajah yang ada di foto tantenya , seketika serly tersadar bahwa pria yang sedang dia obati tadi ternyata dia reyhan. Pria yang sedang ia tunggu-tunggu.
“hai tunggu,…. Tunggu aku,….ada yang perlu aku bicarakan” serly mengejar pria itu hingga masuk ke dalam kantor. Pria itu berhenti “ada apa lagi, aku kan sudah berterima kasih tadi padamu”
“ini bukan soal belum terima kasih apa sudah, ini masalah lain”
“masalah apa lagi, aku buru-buru ni” reyhan ingin pergi, tapi di cegat oleh serly di rentangkannya tangannya hingga reyhan susah buat berjalan .
“dasar cewek aneh, mau kamu apa sih” reyhan mulai kesal dengan sikapnya
“minggir, cepetan pergi sebelum aku panggil satpam buat ngusir kamu, kamu bukan karyawan disini kan?”
“kamu reyhan Kusuma kan?”
“ia , emang kenapa?, apa aku ada hutang, sama kamu?” reyhan asal semprot saja
“ini masalah ibumu “
“ibu ku” reyhan terkejut “emang ibu aku kenapa?”,
“ibu kamu lagi sakit reyhan, dia ada di rumah sakit sekarang ini”
Reyhan terkekeh, “haaaa,… dasar ya, memang zaman sekarang orang itu pada banyak modus, kayak mama-mama minta pulsa gitu, bilang mama kamu kecelakaan, mama kamu sakit, hah, udah deh mending kamu pulang , urungkan niat mu buat nipu aku , aku malas melayani orang seperti itu, paham” reyhan bermaksud ingin pergi , namun serly tetap menahannya.
“dasar kamu ya, di otak kamu itu Cuma ada orang jahat gak ada orang baik, itu karena di otak kamu sedang bermasalah. Bahkan orangtua kamu sendiri kamu gak tau bahwa dia beneran lagi sakit. Kamu tahu ibu maysa dia sekarang ini sedang sekarat di rumah sakit, dia sedang menderita penyakit tumor ganas, dokter sudah menyarankan untuk operasi, namun apa, ibu maysa tetap menolak karena dia belum sempat membicarakan hal ini sama anaknya yang tak tau diri ini, “
“hai, jaga ucapanmu ya, ibu aku baik-baik saja, “ reyhan tampak marah “ kalau ibu sakit dia pasti menelpon aku”
“apa kamu pernah angkat telponnya, atau sekedar menanyakan kabarnya?” serly menatap reyhan dengan tajam “gak pernah kan, ibu maysa sangat sedih, dia merasa sebatang kara, “
“kamu jangan main-main kalau bicara, aku laporin polisi mau?”
“semoga setelah melihat ini, kamu langsung laporin aku ke polisi ya, “ serly memperlihatkan foto yang dara kirim ke pada serly . betapa terkejutnya reyhan ketika melihat foto-foto itu. Seketika wajahnya berubah, tampak penyesalan yang sangat besar di sana.
“aku harap kamu mempercayai foto ini, aku permisi, selamat pagi” serly pun pergi meninggalkan reyhan yang sedang terpukul akibat perbuatan nya sendiri, dia menangis tersandar di pinggir meja resepsionis yang masih kosong . karena pegawainya sedang tidak ada di sana.
“mama…..maafkan rey” dia sangat menyesal dan menangisi perbuatannya