Rekan-rekan kerja Seira di Sweatery Cake datang. Termasuk Nadila dan Marwan. Ngasih kue. Ngobrol. Ngajak kerja lagi. Tiap malam Amam selalu terjaga setiap kali bayi Amaira terbangun. Bagaimana tidak, Amam tidak pernah mau jauh-jauhnl dengan anaknya. Bahkan terkadang Seira merasa jadi perlu bersaing dengan anaknya sendiri. Yang menjengkelkan dari Amam, ketika anaknya bangun, alih-alih menidurkannya kembali, Amam justru mengajak bayinya mengobrol. "Dek, dedek tu pas di perut Bunda, rasanya gimana sih?" Bayi Amaira hanya mengerjap-ngerjap menatap wajah ayahnya yang lebih cocok jadi abangnya. "Di sana makan apa, Dedek?" Amam menoel wajah Amaira. Lalu, menciumnya. "Kenapa kamu gumush sekali, sih, Dek? Aaah, pengen ayah makan." "Hush!" Seira yang sebenarnya dari tadi bangun dan mendeng

