Bayi Amaira

1705 Kata

Amam bekerja keras di bengkel Bang Anwar, tetapi dengan jam kerja yang mulai manusiawi. Bang Anwar sudah merekrut dua karyawan bernama Andi dan Budi. Amam berusaha akrab dengan keduanya, tetapi sepertinya Andi bukan tipikal orang yang senang berteman. Tetapi tidak apa, yang penting dia sudah berusaha menyambung tali silaturahmi. "Andi, tolong ambilin kunci L di laci dong." Andi diam saja. Dia justru memainkan ponselnya, entah apa yang dia lakukan, padahal laci penyimpanan perkakas ada di dekatnya. Budi yang melihat tingkah kurang mengenakkan dari Andi, akhirnya berdiri. Dia yang mengambilkan kunci L di dalam laci, sambil berkata, "Telinganya dipake." Lalu menyerahkan kunci L kepada Amam. Andi tetap bergeming seolah tidak pernah ada sesuatu yang terjadi. "Thanks, ya, Bud." Ini buka kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN