Perbengkelan

1315 Kata

"Eh enggak!" Amam merasa bersalah karena membiarkan Anwar berpikir seperti tadi. Meski itu tidak sepenuhnya salah. Siapa pun yang melihat Anwar akan berpikir Anwar adalah anak sekolah, kelas tiga SMP atau kelas 1 SMA. Anwar bahkan terlihat lebih 'manis' daripada Amam. Tidak akan ada yang menyangka dia lulusan teknik mesin UI. Anwar melambaikan tangan, itu bukan masalah besar baginya. Dia mempersilakan Amam duduk. "Bentar ya, ambil kue dulu." Amam merasa semakin sungkan. "Eh nggak usah, Bang." "Sssst, nggak boleh nolak." Amam dipaksa bungkam. Dia hanya manut dan duduk di bangku yang tadi diduduki Anwar. Dia melihat-lihat sekitar. Dinding bengkel dicat abu-abu. Penerangannya cukup. Ada tiga sepeda motor yang sedang diperbaiki. Satunya sudah beres, satunya sudah separuh selesai, satunya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN