Allah tidak pernah membiarkan hambanya sendiri. Kalimat yang dulu selalu Seira pegang. La yukallifullahu nafsan iila wus'aha. Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya di luar batas kemampuan hambanya. Seira pernah melewati fase-fase itu dulu. Dia pernah merasa gagal sebagai anak. Dia merasa pembawa aib. Hingga pada suatu hari dia memutuskan untuk bunuh diri. Sekeras apa pun dia meyakinkan bahwa Allah bersamanya, kenyataan bahwa hatinya merasa kesepian tidak bisa terelakan. Namun, akhirnya Amam kembali padanya. Amam yang memberi luka tetapi dia juga yang datang membawa obatnya. Pada titik yang sekarang ini, Amam merasakan keterpurukan. Lagi. Dia dihadapkan pada banyak kegagalan hingga pria itu merasa dirinya tidak memiliki harga yang pantas. Dia tidak berharga. Dia gagal. Amam

