Adrian benar-benar mengemasi barangnya saat itu juga. Dia membawa tas ransel, selimut, bahkan tas kecil berisi obat-obatan milik ayahnya. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi Sonya hingga ia lupa dengan kondisinya sendiri. Adrian setengah berlari menuruni anak tangga. Alfred belum pulang, masih ada jam jaga di rumah sakit. Hanya ada Astrid yang duduk menonton televisi. "Mama! Adrian mau pergi." Astrid menoleh, dia kebingungan. Mengapa anaknya tiba-tiba pamit dengan membawa tas ransel yang terlihat berat dan sebuah tas tenteng? Dia sontak mengernyitkan dahi. "Pergi ke mana?" "Jemput Sonya," jawab Adrian cepat. "Kabarin ke Papa, ya. Assalamu'alaikum." Lelaki itu lalu berjalan ke depan. Ojeknya sudah menunggu di depan rumah. Astrid yang semula duduk di depan televisi, langsung bangun dan

