CHAPTER 11

1273 Kata
     Akhirnya tunggu berangkat Hari yang di tunggu Abby dan Agatha tiba. Abby telah pergi pulang tanpa berpamitan saat berangkat mirna. Mungkin saat ini mirna belum mengetahui kepergian anak lelakinya itu.      Abby sekarang telah berada di depan rumah Agatha tempat biasa dia menjemput Agatha. Dirinya sudah menunggu Agatha di temani wandy dengan Mobil peninggalan almarhum ayah Abby.       Agatha masih berada di dalam kamar yang bisa dilihat luas. Agatha sedang menyiapkan koper untuk membuka barang yang akan di bawakan menerima kedua sahabatnya Almira dan yessy.       "Aku bahagia sekali, hari ini aku akan menempuh hidup baruku bersama Abby. Maafkan aku Ayah tapi aku harus melakukan ini." Ucap agatha mengutarakan isi perdamaian pada sahabatnya.       Mereka berdua hanya bisa mendengar ocehan Agatha yang bisa dianggap tidak penting untuk mendengar.       Agatha mulai mendaftar apa yang dia bawa, Almira membantunya memasukkannya.      "Makanan snack" ucap Agatha membaca daftar bawaannya.      "Sudah." Jawab Almira.      "s**u, air putih, baju, celana, rok, celana dalam, bra, tersedia ya yang kurang." Ucap Agatha dengan sembari cepat memberi apa yang disebut Almira.      "Agatha apa boleh aku minta ini, aku belum punya bra warna pink."      "Ambil saja." Jawab agatha dengan singkat.      "Oh benarkah. Kamu baik sekali Agatha."      Almira menggeleng pelan melihat tingkah yessy yang meminta bra pink itu. Meski bisa melihat wajah Almira mengerut kesal pada yessy.      "Kenapa kau lihat lihat" ucap yessy yang sadar dari tadi di ingat oleh Almira.      "Tidak, aneh saja Kita sibuk membereskan barang Agatha membantu sekarang malah sibuk dengan benda itu." Ucap marah Almira sembari menunjuk barang yang di pegang yessy tersebut.      "Semuanya sudah sekarang, tinggal Surat untuk Ayah." Seru Agatha memegang kertas tersebut. Dirinya membaca sebelum meletakannya. Surat untuk Ayah Ayah m aafkan aku. Aku harus pergi meninggalkanmu. Aku akan menikah dengan pria yang aku cintai. Kau jagalah kesehatanmu. Semoga kau bahagia tanpa Aku yang selalu melawanmu. Sampai jumpa Ttd Agatha putrimu.       Agatha meletak Surat di atas meja kamar. Mereka bertiga telah siap untuk keluar rumah melalui balkon.      "Jangan berisik, nanti Kita ketahuan." Ucap Agatha mengendap ngendap seperti pencuri. Sekarang mereka bertiga telah turun dan berada di halaman rumah milik Agatha.      Abby di dalam mobil menunggu tiga gadis itu bersama wandy bahkan saat ini dirinya meminum whysky.      "Abby kau jangan terlalu banyak minum, jika Agatha tahu pasti dia akan marah." Ucap wandy yang mengambil botol minum Abby.      "Kau lihat ini. Agatha tak mungkin memarahiku. Ini jerih payahku sendiri." Kata Abby yang memegang cincin emas putih yang sederhana.      "Kau mulai mencintai Agatha." Ucap wandy ngelantur.      "Diam kau.      "Aku suka uang Agatha, aku butuh dia jika tidak mana bisa aku mau terimai gadis seperti Agatha." Ucap Abby yang sangat mabuk.      Orang kedua sudah terlalu banyak minum. Agatha, Almira, dan yessy berlari memegang seorang koper. Abby menyuruh wandy membantu mereka.     "Hai sayang," ucap Agatha mencium Abby.     "Hai. Sudah masuk semua. Ayo Kita pergi, ayo pergi .." ucap Abby penuh dengan kemenangan.      Abby mulai menginjak gas mobilnya. Dirinya melajukan mobil yang di kendarainya. Agatha menyandarkankan di pundak Abby.       Gadis itu mencium aroma minuman di tubuh kekasihnya. "BERHENTI." Teriak Agatha membuat Abby rem mendadak.      "Ada apa sayang." Tanya Abby mengeryit dahinya.      "Kau minum kan," celetuk Agatha menyeringai Abby.       Dengan cepat Abby menggeleng. "Tidak, wandy tuh yang minum." Elak abby yang malah melemparkan kesalahan ke wandy.      "Apaan kau, ikut kau banyak minum. Aku hanya ikut saja." Ucap wandy geram menoyor kepala Abby dari belakang.      Abby hanya melihat tajam wandy seakan memberi kode meminta tolong tetapi wandy tak menggubris sama sekali. Dirinya malah tersenyum meledek. Ingin rasanya Abby menghantam wajah wandy yang terlihat bodoh itu.      "Abby kau turun." Ucap Agatha tegas.      "Ketuk -"       "Tidak Ada, tetapi kamu itu sedang dimasak. Masa iya kau mengemudi." Hardik Agatha. Abby menghela napas panjang.        "Baik lah."      "Agatha kau yakin bisa." Tanya almira ragu.      "Tenang saja, aku bisa." Ucap Agatha sedikit bangga.       "Eh Almira tenang saja kau. Calon istriku ini gadis cerdas tentu saja dia bisa." Ucap Abby seraya mencium puncak kepala Agatha.             .Diperjalanan mereka mendengarkan musik di dalam Mobil Abby seraya bernyanyi bersama. like your eyes you look away when you pretend not to care I like the dimples on the corners of the smile that you wear I like you more, the world may know but don't be scared Coz I'm falling deeper, baby be prepared I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell to be your favorite jacket, just so I could always be near I loved you for so long, sometimes it's hard to bear But after all this time, I hope you wait and see Love you every minute, every second Love you everywhere and any moment Always and forever I know I can't quit you Coz baby you're the one, I don't know how Love you til the last of snow disappears Love you til a rainy day becomes clear Never knew a love like this, now I can't let go I'm in love with you, and now you know I like the way you try so hard when you play ball with your friends, I like the way you hit the notes, in every song you're shining I love the little things, like when you're unaware I catch you steal a glance and smile so perfectly Though sometimes when life brings me down You're the cure my love In a bad rainy day You take all the worries away .. Love you every minute, every second Love you everywhere and any moment Always and forever I know I can't quit you Coz baby you're the one, I don't know how In a world devoid of life, you bring color In your eyes I see the light, my future Always and forever with you, now I can't let you go I'm in love with you, and now you know      Mereka semua berteriak sambil bernyanyi sesuka hati mereka. Hidup mereka berlima seakan tidak ada beban.      Hari begitu gelap di perjalanan menuju bandung. Agatha yang masih menyentir di temani kekasihnya. Sedangkan ketiga sahabatnya sudah terlelap tidur. ***      Ditempat berbeda Reno dan erik telah membaca Surat Agatha letakkan di mejanya. Kedua orang ini sangat khawatir, terutama ayahnya sangat mengkhawatir putri satu satunya itu.      "ERIK SAYA TAK HABIS PIKIR AGATHA BISA BERBUAT SEPERTI INI." Ucap Reno yang sedang marah.      "Mungkin ini juga salah om terlalu keras dengan Agatha." Lirih Erik yang sedari tadi hati di belenggu kekecewaan.       "Erik kau mencintai Agatha bukan. Lantas kenapa kau biarkan Agatha pergi dengan pria itu."ucap Reno dengan mata yang berkaca kaca.      "Om Aku hanya sahabat di mata Agatha, aku tak berhak ikut campur masalah hubungan Agatha dengan pria itu." Ucap Erik dengan tegas.      "Cari tahu siapa pria itu." Seru Reno.      Tubuhnya seakan tak mampu berdiri kehilangan putrinya yang entah pergi kemana. Dirinya tak bisa membayangkan bagaimana harus hidup.      Agatha adalah alasan Reno hidup sampai saat ini, setelah istrinya tiada hanya Agatha yang dia punya.       Dia mungkin memang bukan Ayah yang baik, tapi juga sangat disukai Agatha lebih dari nyawanya. Hanya saja dirinya tidak bisa memberi perhatian lebih karena kesibukan melanda pria ini demi kebahagiaan Agatha.       Erik meninggalkan Reno sendiri di ruangan pergi. Setelah kepergian Erik. Ayah Agatha menangis di depan foto tahu.      "Aku gagal menjadi Ayah. Sebaliknya putri Kita tidak bersamaku." Ucap Reno sembari meratapi foto sambil tanpa sadar air menetes.      "Agatha maafkan Ayah kembalilah nak. Ayah berharap akan melakukanmu lebih baik." Batin Reno dalam hati. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN