CHAPTER 9

1267 Kata
     Agatha tak menjawab pertanyaan Abby malah membawa pria tampan itu bermain bianglala.      "Ayo Abby main." Ajak Agatha dengan antusias.      Abby yang saat ini masih galau tingkat tinggi. Ia menuruti saja mau Agatha tambah ditolak.       Mereka menaiki bianglala. "Kau lihat di sini menyenangkan bukan." Ucap agatha menenggelamkan diterima di d**a Abby.      "Aku mencintaimu Abby." Desis Agatha yang terlihat jelas di sini. Abby yang tak pernah tau perasaannya sendiri. Dirinya tak ingin Agatha kecewa. "Aku juga." Balas Abby dengan senyumnya.      Sekarang setelah turun dari bianglala Agatha malah mengundang Abby rumah hantu. Padahal dirinya sangat takut.      "Agatha kau yakin, menyetujui kau penakut." Ucap Abby meledek Agatha.      Agatha mencubit Abby. "Enak saja. Aku tidak takut." Ucap Agatha dengan sombong.      Mereka berdua mulai masuk rumah hantu tersebut. Segala hantu ada di sana. Pocong, kuntilanak dan sejenisnya semuanya ada.      Agatha Berjalan di depan Abby. Agatha melihat pocong dengan wajah yang menyeramkan.       Agatha menutup penutupan. "Lihat itu pocong. Buka wajahmu, katanya tadi berjuang." Ucap Abby meremeh kan Agatha.      "Diam, kau." Bentak Agatha.      "Awas kau jauh jauh dariku." Lanjut ucap Agatha sambil berlari kecil.      "Iiiiissshhhhh .." Mengelitik tubuh Agatha yang barusan melihat genderuwo yang bertubuh besar.      Abby mulai berpikir menjahili Agatha.      Agatha yang terus mengoceh. Entah apa yang harus dilakukan tanpa henti.       "Abby awas saja kau jauh. Aku akan marah padamu. Jangan coba-coba. Aku membunuhmu." Gerutu agatha yang belum menyadari Abby tak Ada respon dari Abby.      "Abby kenapa kau diam saja" dercak Agatha kesal.      "Abby." Panggil Agatha.      "Abby," teriak Agatha.      "Abby ....." teriak Agatha semakin keras.      Agatha mulai sadar dan berbalik namun Abby tak Ada di belakangnya. Sementara Abby bersembunyi tak jauh dari Agatha menahan tawa dari sela sisi yang tak tampak oleh Agatha.      Agatha membelanjakan mata sadar Abby tak mau menarik. "Abby." Panggil Agatha.      "Abby kau jangan bercanda. Ini tidak lucu."      "Abby kau tau aku takut. Kenapa kau malah membiarkan ku sendiri."      "Hiks..Hiks .. Abby kau Ada Dimana." Teriak Agatha ketakutan yang mulai menangis.      "Abby kau jahat." Teriaknya lagi.      "Abby..Abby..Abby .." Agatha terus memanggil nama pria itu.      Abby menutup mulutnya melihat agatha bantal. Diam diam tak bisa menahan tawanya.       "Hahaha..haha.haha" tawa Abby terbahak bahak di tempat persembunyiannya lalu keluar mencari Agatha.      "Abby Hiks Hiks." Teriak Agatha kesal menghentakembali. Dia memukul d**a Abby tanpa ampun sama sekali.      "Awwwwhhhh .. Agatha sakit." Ringis Abby.      "Kau pikir ini lucu. Hah." Gerutu agatha kesal dengan tangis. Abby langsung memeluknya.      "Jangan nangis. Aku kan hanya bercanda."      "Hiks..Hiks.. tapi bercanda ini tak lucu. Aku takut."lirih Agatha di pelukan Abby.      "Aku janji tidak akan tinggalkan kau lagi." Janji Abby melepas pelukannya. Agatha pun tersenyum lega karena dirinya bisa melihat Abby kembali tertawa setelah kejadian yang menegangkan.      Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama. Abby mengantar Agatha hingga Agatha tertidur di dalam mobilnya.      "Agatha,"panggil Abby mengelus pipi Agatha. Tidak Ada jawaban dan gerakan apapun dari Agatha.      "Sayang bangunn. Ini udah sampai." Ucap Abby yang masih mengelus pipi Agatha.      "Ayolah Agatha bangun. Kalau tak bangun juga, Aku cium nih." Ucap Abby dengan senyum namun Agatha masih tak bergeming sama sekali.      "Ok baik lah Aku cium ya." CUP PIPI KANAN      "Ya tuhan masih saja tidur.aku cium lagi nih." CUP PIPI KIRI      "Masih belum bangun." CUP KENING      Abby menyeringai "Agatha tidurnya kebo banget sih."      "Aku cium ini ya."ucap Abby mengelus bibir Agatha dengan telunjuknya. Perlahan Agatha mulai membuka matanya melihat Abby yang wajahnya sangat dekat dengan dirinya.      "Abby."ucap Agatha membelalakan matanya menatap mata binar milik Abby. DEG      Itu lah yang Agatha rasakan saat ini. Dirinya terhanyut dengan tatapan Abby.      "Akhirnya bangun juga." Ucap Abby lembut lalu melepaskan self beat Agatha.      Agatha tersenyum malu. Abby ingin turun membukakan pintu untuk Agatha namun ditahan Agatha. "Tunggu aku ingin bicara." Ucap Agatha mencekal tangan Abby.       Abby berbalik wajahnya melihat Agatha. "Apa." Ucap Abby mendongkakan sedikit kepalanya.       Agatha mendekati Abby. "Jika Ayah tak setuju. Kita kawin lari saja." Bisik Agatha lalu mencium pipi kiri abby. Setelah itu Agatha turun dari mobil meninggalkan Abby sendiri.       Dirinya tak percaya dengan ucapan Agatha. Jantungnya tiba tiba saja berdebar begitu hebat. Entah gejolak apa yang dia rasakan Abby hingga belum menyadari cintanya. ***      Esok harinya, Agatha memberanikan diri untuk bicara dengan ayahnya. Setelah Agatha pulang kuliah dirinya memutuskan ke kantor ayahnya.      Sekarang Agatha telah berada di lobby. Semua karyawan menatap Agatha tajam, mereka semua tidak tahu        Agatha adalah putri pemilik perusahaan dimana tempat mereka bekerja.      "Maaf mau bertemu siapa mbak." Ucap salah satu resepsionis kantor tersebut.       "Saya ingin bertemu tuan Reno. Apa dia ada di tempat." Tanya Agatha dengan lembut.      "Sebentar ya mbak saya Tanya beliau dulu. Mbak tunggu saja disana." Ucap resepsionis itu sembari menunjuk kursi panjang telah tersedia.       Beberapa menit Agatha menunggu tiba-tiba Ada Erik. "Agatha." Panggil Erik dengan ramah.       "Erik." Sapa Agatha.       "Kenapa disini.??" Tanya Erik dengan lembut.       "Mau bertemu Ayah. Tapi kata mbak itu di suruh tunggu."       "Loh kok enggak langsung masuk saja. Tunggu sini yah." Ucap Erik menghampiri resepsionis itu.        "Santi kenapa tidak di suruh Agatha ke ruangan Pak Reno." Ujar Erik.       "Maaf Pak Agatha siapa??"       "Gadis yang duduk disana itu."       "Pak Reno Ada tamu. Beliau sedang sibuk."        "Santi gadis itu putri tunggal dari Pak Reno." Ketus Erik memarahi resepsionis itu. Santi pun kaget mendengarnya.       Erik membawa Agatha ke ruangan ayahnya. "Ini ruangan om Reno. Masuk aja tha enggak papa kok." Ujar Erik.       "Selama ini baru kali ini Aku ke kantor ayah." Ucap Agatha dalam hati. CEKLEK.      "Ayah apa kau sibuk. Aku ingin bicara Hal penting." Ucap Agatha dengan tegas.      "Masuk sini. Ayah tidak sibuk." Ucap Ayah mempersilakan Agatha untuk masuk ke ruangan kerja kantornya yang sangat besar.      Di dalam juga Ada Erik disana. Reno tidak pernah menganggap Erik sebagai orang lain. Mereka bahkan tak pernah sungkan sama sekali berdebat di depan Erik.      "Ayah Aku ingin menikah." Ucap Agatha to the point. Reno tersenyum seperti bahagia.      Agatha sedikit bingung yang melihat wajah Reno terlihat senang. "Ayah Aku tidak Salah lihat. Kau senang mendengarnya." Ucap Agatha ragu.       "Tentu saja Aku senang jika kau bahagia dengan Erik." Ucap Reno dengan lembut.      "Hah..!?!" Agatha terkejut.       "ERIK. MAKSUD AYAH AKU BERSAMA ERIK." ucap Agatha menyeringai dengan senyum sinis.      "Iya tentu saja Ayah senang jika kau menikah dengan Erik."      "Sepertinya Ayah Salah sangka. Aku bukan menikah dengan Erik." Ucap Agatha.       "APA." Teriak Reno yang hendak berdiri.      "Wow Ayah terkejut. Aku akan menikah dengan kekasihku bukan Erik dia orang lain." Ucap Agatha dengan penuh kepuasan.      "Siapa pria itu Agatha.? Beritahu ayah." Sarkas Ayah dengan tatapan sinisnya.      "Aku tidak akan sebodoh itu ayah. Setelah Aku beritahu ayah akan menyuruh orang untuk menyakiti dia." Ucap Agatha meremehkan ayahnya.      Erik yang mendengarkan pembicaraan mereka hanya terdiam membisu. Kebalikan sangat hancur mendengar perkataan Agatha. Gadis yang selama ini di cintainya harus menikah dengan pria lain. Betapa bodohnya dia saat ini harus mencintai Agatha yang jelas menikah dengan pria lain.       "AYAH TIDAK AKAN PERNAH RESTUI HUBUNGAN KALIAN." Bentak Ayah.       "OH BAIK AKU JUGA TIDAK BUTUH RESTU DARI AYAH. TERIMA KASIH BANYAK DARI WAKTUNYA TUAN RENO TERHORMAT." Teriak Agatha dengan tatapan tajamannya lalu pergi meninggalkan Ayahnya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN