10 : Pulang

1700 Kata
Sementara itu di Crismoon pack, beberapa petinggi-petinggi pack sedang berkumpul di ruang pertemuan, mereka membahas mengenai penyerrangan yang terjadi semalam. Leo masih tampak kalut karena Irish masih sedang dalam penanganan Dokter, beruntungnya calon anaknya masih dapat diselamatkan meski dalam kondisi janin yang lemah. “Bagaimana ini, Alpha? Padahal kita tidak pernah berurusan dengan Black Rogue, tapi justru klan mereka malah menyerang kita.” Ujar tetua pack. “Kau benar, kita memang tidak pernah memiliki urusan dengan mereka sebelumnya, akan tetapi rogue merupakan serigala perusuh yang akan menghalalkan segala cara untuk menguasai dunia werewolf ini. Tujuan mereka hanya ingin merebut pack kita, untung saja Moongoddes masih memberi kesempatan untuk mempertahankan wilayah kita.” Jawab Leo. “Selama ini Klan Black Rogue memang dikenal sebagai rogue yang kuat daripada rogue-rogue lainnya. Sudah ada beberapa pack yang tunduk di bawah kekuasaannya, pemimpin mereka juga sangat ganas dan kejam.” Sahut Valdo, Gama pack. “Kita masih beruntung bisa selamat dari penjajahan mereka, hal ini juga tak lepas dari bantuan Alpha Zasten dari Bluemoon pack.” Leo sangat berterimakasih atas kehadiran Zasten diwaktu yang tepat, pack mereka bersedia membantu Crismoon meskipun kedua pack itu tidak memiliki hubungan diplomasi. Mendengar nama Zasten disebutkan sontak saja membuat tubuh Saskia menegang, ada gelenyar aneh yang merasuk dalam hatinya. “Sebenarnya ada yang mengganjal dalam pikiran, pack kita tidak memiliki hubungan dengan Bluemoon, akan tetapi kenapa mereka mau membantu kita?” Endru, Beta yang juga merangkap sebagai kakak angkat Erlin mengeluarkan unek-uneknya. Tubuh Endru masih amat lemah, meskipun dirinya sudah menggunakan ability penyembuhan, tapi tetap saja serangan yang diluncurkan oleh Black kala itu masih membekas sampai sekarang. Racun-racun dari cakaran Black sungguh berbahaya, butuh waktu berhari-hari untuk bisa menyembuhkan sisa-sisanya. “Entahlah, pasti ada suatu hal yang membuat Alpha Zasten mau membantu kita.” Leo berujar. Saskia menggigit bibirnya dalam-dalam, apakah mungkin Zasten membantu Crismoon karena dirinya? Saskia akan senang hati jika itu benar, tapi sepertinya tidak mungkin. Bagaimana bisa Zasten membantu dirinya yang telah mengkhianati arti pasangan jiwa. “Bagaimana dengan warrior dan yang lainnya, apakah banyak yang terluka?” Tanya Leo. “Banyak yang menjadi korban, kebanyakan dari mereka luka-luka dan sebagian lagi tewas.” Lapor Endru. “Beta, berikan penghargaan yang layak bagi keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan untuk warrior yang terluka, kerahkan tim medis untuk menyembuhkannya secara total.” “Baik, Alpha.” Saskia merasa ada yang aneh, sejak semalam ia tidak bertemu dengan sahabatnya lagi, entah ada dimana Erlin. Terakhir mereka bertemu adalah saat Luna Irish berada di ruang pengobatan, ada rogue yang berhasil membobol pintu ruang itu, sehingga Erlin berusaha untuk menghentikannya. “Kakak, aku tidak bertemu Erlin semenjak malam tadi. Dia saat itu hendak melawan pemimpin rogue, tapi setelahnya entah berada di mana.” Saskia mengatakannya pada Leo. Rohan, Ayah dari Erlin juga was-was dengan keberadaan putrinya, biasanya Erlin akan menemui dirinya disaat-saat yang genting. “Apakah selain Saskia, ada yang melihat Erlin terakhir kali?” Tanya Leo pada mereka. “Waktu itu saya juga sempat berhadapan dengan pemimpin rogue, saya terluka cukup parah dan Erlin datang menolong saya. Setelahnya dia menyuruh saya untuk ke ruang pengobatan, sedangkan dirinya menyerang rogue itu. Ini adalah salah saya, seharusnya saya tidak membiarkan Erlin menghadapi pemimpin rogue sendirian.” Endru merasa bersalah, andai saja ia tidak pergi meninggalkan adiknya sendirian. “Endru, jadi Erlin melawan pemimpin rogue sendirian?” Rohan menyela dengan cepat, mata tuanya menatap Endru dengan khawatir. “Ya, Ayah. Maafkan aku.” Ada sorot penyesalan di dalam mata pria dewasa itu. “Ini bukan salahmu, Beta. Semua bisa terjadi dalam peperangan, yang menjadi fokus kita saat ini adalah mencari keberadaan Erlin.” Leo selaku Alpha yang bijaksana berusaha untuk menghangatkan suasana. “Apa mungkin Erlin diculik oleh rogue-rogue itu?” Saskia menyahut. “Kita belum tahu pasti, kita harus menyelidikinya.” Mereka akan melakukan penyelidikan dan penyisiran di tempat Erlin bertarung bersama Black terakhir kali. *** Erlin senang karena saat ini juga ia bisa kembali ke Crismoon pack, Black tetap bersikukuh menemani gadis itu hingga sampai ke perbatasan. Saat ini keduanya sedang berjalan bersisihan ditengah hutan menuju perbatasan, Black menggandeng tangan pasangan jiwanya dengan penuh kehati-hatian, memastikan bahwa mate-nya baik-baik saja. Sikap yang ditunjukkan oleh Black sangat romantis, terlihat bahwa ia sangat menyayangi Erlin. Sesampainya mereka di daerah perbatasan, keduanya sudah disambut oleh Tian dan Viclean di sana, mereka yang bertugas untuk menjaga perbatasan kali ini. “Salam hormat kami, Alpha Black.” Tian dan Viclean serentak mengucapkan salam pada Alphanya. Mereka hanya memberi salam pada Black, tidak dengan Erlin. Black mengernyitkan dahi bingung. “Di sini juga ada Luna kalian.” Sontak saja Tian dan Viclean saling berpandangan sejenak, lalu menatap ke arah Erlin bersamaan. Erlin bisa menangkap tatapan tidak suka dari sorot mata Viclean, tapi ia tak mau memusingkan hal itu. Bagi Erlin, mendapat salam hormat atau tidak bukanlah masalah besar baginya, yang terpenting adalah ia akan segera pulang dan bertemu keluarga besar Crismoon sebentar lagi. “Kenapa kalian diam saja?” Black menginterupsi. “Salam hormat kami untuk Luna Erlin.” Akhirnya sepasang kekasih itu memberikan salamnya pada Erlin. Erlin tidak menyahut, ia bahkan membuang muka. Untuk apa mereka berpura-pura menghormati Erlin jika pada akhirnya masih memendam rasa ketidaksukaan, Erlin tidak butuh orang bermuka dua. Viclean menipiskan bibirnya, ia merasa kesal dengan sikap gadis itu. Namun, sebisa mungkin Tian mencoba untuk menahan emosi Viclean agar tidak meledak-ledak di depan Alpha mereka. Seloyal apapun Viclean terhadap Alpha, tapi Black tentu saja akan berpihak pada Erlin dibandingkan bawahannya. Tian tidak mau kekasihnya terkena amarah oleh Alpha mereka. “Anda mau pergi ke mana, Alpha?” Tanya Tian membuka pembicaraan. “Luna ingin pergi ke pack-nya, menemui keluarganya untuk sementara.” Black menjawab. “Kembali ke Crismoon? Alpha membiarkannya pergi?” Kini Viclean yang bersuara, ia merasa heran dengan sikap Alpha yang justu melepaskan Erlin. Erlin mendengus pelan, memangnya kenapa kalau Black membiarkan dirinya pergi? Erlin bukanlah tahanan rogue, ia bebas dan berhak menentukan apa yang diinginkannya. Black melirik pada Lunanya, ia bisa merasakan bahwa Erlin tidak suka dengan pertanyaan yang diucapkan Viclean. “Ya, aku memberinya waktu untuk bertemu keluarganya, selebihnya Luna kalian akan tinggal di klan kita.” Jawab Black dengan senyuman merekah sambil menatap Erlin, ia tidak sabar mengklaim Erlin sebagai miliknya seutuhnya. “Bagaimana kalau Luna justru bersekongkol dengan Crismoon untuk membalas dendam terhadap kita? Bisa saja Luna menggunakan trik untuk menjatuhkan Klan Black Rogue.” Viclean berseru dengan berani, tidak dapat dipungkiri bahwa ia menaruh curiga dengan Erlin. Tian langsung menegur kekasihnya, Black yang tersinggung bisa saja mematahkan leher Viclean. Erlin menatap Viclean dengan cepat, raut mukanya sudah berubah menjadi emosi. “Apa aku seburuk itu dimatamu? Aku bukanlah serigala licik sepertimu, keluargaku di Crismoon pasti mencemaskan keadaanku.” Sahut Erlin dengan cepat. Atmosfir sekitaran perbatasan mulai memanas, sepertinya Viclean ini sengaja memancing amarah Erlin, apalagi di depan Alpha mereka. Black khawatir dengan Erlin, gadis itu tampak tersinggung dengan tuduhan Viclean. “Cukup, Vic! Aku tidak suka kau menuduh Lunaku yang tidak-tidak, jaga batasanmu.” Sela Black, ia memandang Viclean dengan tajam. See, tentu saja Black akan membela Erlin. “Jaga bicaramu, Vic. Jangan membuat Alpha Black marah.” Tian memindlink Viclean. “Maafkan saya, Alpha.” Viclean mengalah, ia tak mau membuat Alpha marah karenanya. “Mate, jangan memasukkan ucapan Vic ke dalam hati. Aku percaya padamu, kau tidak akan mengkhianatiku.” Tangan Black mengelus rambut Erlin dengan sayang. “Sudahlah Black, aku ingin segera pulang.” Erlin menghentikan sentuhan Black, ia agak bergeser ke depan. Black menghela napas kasar, mood Erlin berubah kacau akibat Viclean. Padahal tadi Black sudah bisa menenangkan hati Erlin yang gundah gulana, semua itu dirusak oleh bawahannya. Viclean merasa bahwa dirinya sedang ditatap tajam oleh seseorang, saat ia mendongakkan kepala tatapannya mendapati bahwa Black sedang memandanginya dengan amarah. Tamat riwayatmu, Vic. Garis perbatasan sudah ada di depan mata, sejengkal saja Erlin melaluinya, maka ia sudah berada di Crismoon pack. “Hati-hati, aku akan menunggu kepulanganmu di klan.” Black maju selangkah, ia agak menunduk untuk memberikan kecupan hangat di dahi Erlin. Aksi Black membuat Erlin terdiam beberapa saat, rasanya sangat hangat dan nyaman. “Aku mencintaimu, Erlin.” Lanjut Black sesaat melepaskan ciumannya. Erlin menganggukkan kepala. “Pergilah.” Dengan hati yang berat Black melepaskan Erlin untuk pulang ke Crismoon. Erlin berjalan menuju ke garis perbatasan, di belakang sana Black masih setia menatap punggung pasangan jiwanya. Erlin menatap ke belakang sekali lagi, ia tidak tahu apakah kedepannya bisa kembali lagi dengan pria itu. Menghirup napas dalam-dalam, Erlin mengatur posisi semula, ia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti, sedikit lagi ia sudah berada di wilayah Crismoon pack. Klak! Kaki Erlin sudah menapak di wilayah Crismoon, semilir angin menerbangkan rambutnya hingga agak berantakan. Sejurus kemudian terdengar banyak langkah kaki mendekat ke arah dirinya berada. Erlin mengawasi sekitarnya, matanya memincing waspada. “Nona Erlin.” Sebuah suara memanggil nama gadis itu. Erlin terkesiap, ia menoleh mendapati tiga warrior milik Crismoon pack menghampiri dirinya. Sepertinya mereka mendapati aroma Erlin sehingga datang ke sana dengan cepat. “Anda baik-baik saja? Syukurlah, kami semua mengkhawatirkanmu karena sejak peperangan terjadi, kau tidak terlihat lagi di wilayah pack.” Ujar salah satu warrior itu. Erlin mengulas senyum tipisnya. “Aku baik-baik saja, bagaimana dengan keadaan pack?” “Pack porak poranda, Alpha sedang kalut karena Luna masih dirawat intensif oleh tim medis.” “Luna Irish, bagaimana keadaannya dan juga janinnya?” Erlin mulai panik. “Janinnya masih bertahan, hanya saja kondisinya lemah.” Dadda Erlin terasa sesak, kasihan sekali Lunanya itu. “Bawa aku kembali.” Tukas Erlin.  Sebelum pergi Erlin menengok ke belakang untuk yang terakhir kalinya, di sana sudah tidak ada Black dan bawahannya, seperti mereka sudah pergi tepat waktu sesaat sebelum warrior-warrior ini datang menghampiri Erlin. “Mari, Nona.” Erlin berjalan meninggalkan perbatasan untuk menuju ke Crismoon pack. Tanpa diketahui oleh mereka, ketiga bangsa rogue itu sedang bersembunyi di antara rindangnya pepohonan. Black menatap Erlin yang semakin menjauh, ia hanya bisa berharap kalau Erlin akan kembali ke mansionnya dengan sukarela. Black sangat percaya pada Erlinnya, ia akan sabar menunggu gadis itu kembali. Jikapun Erlin tidak mau kembali ke klan rogue, maka Black akan mendatangi Crismoon dan membawa Lunanya dengan paksa. "Ku harap kau tidak akan mengecewakanku, Mate." Gumam Black, serigala hitam itu sangat menggilai mate-nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN