Minta Jatah

947 Kata
"Kemana aja lue seharian?" ucap Yuta, sesampainya Laka di apartemen. Ya Apartemen ini adalah milik Laka, yang dkasih oleh Jeni. Tapi Yuta dan Lucas yang memang pengangguran juga sering glesoran dimari. "Si Bela, nelfonin gue mulu. Ampun!" tambah Yuta. Laka menghempaskan tubuhnya disofa, lalu menyalakan Televisi. "Nggak ada makanan apa? laper gue." "Buset, pertanyaan gue bagai angin lalu aje yeh?" sahut Yuta, lalu melangkah membuka lemari es. Kaga ada makanan, adanya biskuit regal doang nih kepunyaan si Lucas. Batin Yuta. Yutapun melempar sebungkus biskuit itu kearah Laka. "Et, apaan ini?" "Adanya cuma itu, itu juga punyanya si Lucas." "Buset, emang gue bayi. Dikasih regal. Pesen Pizza deh Yut." Yutapun menuruti, mengambil ponsel pintarnya. "Btw si Lucas mane?" ucap Laka, "Noh lagi ngebo," 10menit, akhirnya Pizzapun datang. Lucas yang baru bangun mengendus Aroma yang menyeruak ke hidung. Diapun berjalan menuju ruang tv, dan menyomot satu slice Pizza dari genggaman Yuta. "Buset, ni anak!" buggg Yuta menepuk pundak Lucas. Lucas hanya nyengir kuda, "Wey kemana aja lue, seharian nggak ada kabar? Noh si Yuta diteror si Bela bae." ucapnya monyong-monyong karena mulut yang dipenuhi pizza. "Gue abis nikah." jawab Laka santai. Sontak kedua sahabatnya itu terbatuk, saling menatap, lalu ngakak. "Berati bentar lagi kita diajak ke Macau Cas," "Hahah iya Yut, liburan gratis. Nemenin honeymoon." Memang impian Laka, setelah menikah adalah mengajak isterinya Honeymoon ke Macau. Ya, tempat yang penuh kenangan bagi Laka. Dimana dulu, dia pernah berlibur bersama Papahnya yang telah tiada. Dan Laka berjanji, akan mendatangi Macau lagi kalau dia sudah menikah. "Bhahahhahah, ngimpi lue Ka?" tambah Lucas, yang masih menganggapnya bercanda. "Coba cek keningnya Cas," Lucaspun nurut, "Anyeb-anyeb anget Yut," Merekapun kembali tertawa terbahak-bahak. "Kalau lue tadi nikah, ini malam pertama lue dong Ka. Sana menikmati syurga dunia." ucap Yuta masih cekikan. "Duhai syenangnya pengantin baru, lalalal." Lucas kaya orang bener, joged-joged sembari nyanyi di depan Laka. "Gue beneran dodol!" Laka melempar batal kearah Lucas. "Apa pernah gue bohong sama kalian?" ucapnya serius. "Jadi lue beneran nikah? ama siapa? jahat banget lue nggak undang kita. Tapi btw ko di media nggak ada beritanya?" tanya Yuta tak kalah serius. "Yee, si Uyat kocag," "Anjir, nama gue maen ganti-ganti aja lue!" "Hahah iye Yuta, lagian lue kaya baru tau temen kita yang satu ini. Pan si Laka mah anak tiri tak diakui." ucap Lucas asal ceplak, walaupun emang bener. "Ngomong lue, nggak disaring." sahut Yuta "Tapi emang bener si Yut, kata Lucas." timpal Laka. "Gue dikambinghitamkan sama si Surya. Gue dipaksa nikahin gadis yang dihamilin anak kesayangannya itu." "What? si Taka maksud lue?" Yutapun ikut kaget, karena nggak percaya Taka yang folos itu melakukannya. "Buset, berati Isteri lue udah di unboxing si Taka duluan? baru gue mau nanya, gimana rasanya, pulen nggak? eh taunya." "Pulan-pulen, lu kira apaan si Cas?!" timpal Yuta kezel. "Gue mah nggak nyangka itu si Taka, ko tau-tauan begitu ya, padahal kan dia itu otaknya kerja mulu kayanya. Ternyata terselip otak c***l haha," tambahnya. "Nah maka dari itu," ucap Laka, "Lue dikasih harta benda apaan Ka, makanya mau?" sahut Lucas. "Ini demi nyokap gue Cas, si Surya g****k itu ngancem mau nyerein nyokap gue kalau gue nggak nurut." "Hah? gila tuh aki-aki ya." "Gue si mau banget kalau mamah gue cerai sama Surya. Tapi lue pada tau sendiri, kehidupan mamah gue gimana?" Kedua sahabatnya itu hanya manggut-manggut paham. "Tapi kalian jangan sampai bilang siapa-siapa, bisa murka tuh si Surya." Laka memperingati. "Yaiya lah Ka, cari mati aja gue. Orangtua gue yang kerja di perusahaan bapak lue bisa dipecat nanti, iya nggak Cas?" "Benul, bisa makan rumput entar gue! eh btw isteri lue cantik nggak?" Lucas nyengir. "Geli gue, jangan manggil dia Isteri gue. Jelek dia!" "Apes lu ya Ka, dikawinin paksa. Dapet cewe burik." Padahal Laka hanya asal bicara, Shanum itu cantik, belum aja si Laka engeh. Ketiga orang itupun akhirnya tidur, setelah bergibah ria. Tingtong, bel Apartemen berbunyi. Lakapun yang melihat kedua temennya masih tidur kaya orang mati, terpaksa melangkah dengan setengah sadar membukakan pintu. Mata Laka seketika membulat saat yang datang adalah Shanum, gadis yang baru ia nikahi tadi siang. "Ngapain lue?" tanya Laka kaget. "Ko lue tau gue disini?" "Aku ngikutin kamu, " ucap Shanum dengan senyum merekah. Gila nih cewe misquen, perasaan tadi nangis-nangis, sekarang nyengir begitu. gumam Laka dalam hati. "Ma-mau apa ka-kamu?" anjir ngapa gue jadi kaya ajis gagap. "Mau minta hakku." jawab Shanum dengan mata yang berkedip-kedip kaya orang cacingan. "Hak? hak apaan? gue aja pake sepatu sports kaga ada haknya lah!" "Bukan hak yang itu sayanggggg," Buset gue nggak salah denger ini, dia manggil gue sayang, apa peyang si? "Aku mau minta jatah!" bisiknya ditelinga Laka. Shanum mendorong badan Laka hingga ia terjatuh disofa. "Mau ngapain kamu?!" teriak Laka. "Kenapa si? kita kan udah sah jadi suami isteri," Shanum mendekatkan wajahnya. Kini Aroma strawberry dari liptin yang dipake Shanum bisa tercium oleh Laka, membuat Laka menahan sesak. "Gila kamu ya!" "Iya, aku tergila-gila sama kamu hihi," "Lu-Lucas ... Yu-yu-yuyu kangkang eh YUTA ...," Laka berteriak memanggil kedua sahabatnya yang masih molor itu. Shanum benar-benar ganas, hingga Laka tak bisa berkutik. Yuta dan Lucaspun bangun, dan syok saat melihat Shanum dan Taka tengah berada disofa dengan posisi Shanum diatas Taka. "Gaesss, To-tolongin gue. Lepasin gue dari cewe misquen yang udah gila ini." "Lu nggak mau Ka? biar gue gantiin." Lucas maju selangkah, tapi buru-buru siYuta menarik kerah belakang baju sahabatnya yang epleng itu. "Ini urusan suami isteri, mending kita kabur dari sini." Yuta dan Lucaspun ngibrit keluar dari Apartemen , tak peduli satu sahabatnya itu teriak-teriak minta lontong. "Kini tinggal kita berdua Taka," ucap Shanum dengan nada sexy. Perlahan Shanum membuka cardigan yang dipakai, berulang kali Taka menutup matanya. "Jangan ditutupin gitu dong sayang, emang aku Setan?" buset itukan yang gue kata pas ama dia tadi, sebelum dia jadi ganas gini. Apa gue pasrah aja, sambil nikmatin ya? pan bukan gue yang minta.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN