Mei mengangguk ramah, ia mengeluarkan pedangnya yang diselimuti energi Qi. Kultivasinya berada di tingkat ke-4. Jían tidak berniat mengeluarkan pedangnya, ia hanya berdiam, menunggu mei untuk menyerangnya. Jían tidak menunjukan tanda tanda kalau dia akan menyerang. Apalagi Jían tidak mengeluarkan energi Qi nya , sehingga penonton benar benar menganggap kalau Jían akan kalah. "Aku dengar dia memang tidak punya bakat kultivasi. Dia bisa mati kkkk." "Jangan menilai dahulu, siapa tahu dia mempunyai alasan lain untuk mengikuti kompetisi ini." "Huh? Apa kau bodoh. Orang yang tidak berbakat tidak mungkin punya alasan untuk mengikuti kompetisi semacam ini. Dia hanya ingin menarik perhatian." Kedua perwakilan perguruan tinggi tersebut berdebat karena Jían. Sedangkan di panggung pertanding

