"Jían Feng, apa kau senang mendapat semua perhatian dari laki laki? Pangeran kedua dan ketiga pun kau dekati. Huh dasar perempuan murahan." Pangeran kedua agak geram mendengarnya, ia menyadari betapa tajamnya lidah seorang wanita. "Tidak." "Jujur saja kau pasti suka kan? Apalagi pangeran kedua, kau berharap akan tidur dengannya kan? Seperti pelacur." Setelah puas mengejek Jían Annchi dan Jingli menyeret Jían ke tepi kolam. Tapi Annchi hampir jatuh ke kolam. 'Licik juga dia. Mencebur ke kolam atas kemauan sendiri, dan akhirnya menyalahkan ku? Rencana yang sangat biasa.' 'Jían jangan bilang kau ingin-' Belum selesai Cheng menebak, Jían mendekat ke Annchi. Ia menarik lengan Annchi, menyobek kain yang melekat di situ dan Byur Jían jatuh ke kolam, ia sempat berteriak minta tolong

