*** Bayanaka dengan segala kesibukannya. Pukul setengah satu siang, pria itu baru kembali ke ruangan kerja, usai menghadiri rapat penting di salah satu perusahaan milik klien perusahaan. Tidak langsung pergi untuk mencari makan siang, dia memilih duduk di sofa lalu memainkan ponsel yang sejak tadi ada di saku. Mengaktifkan kembali dering setelah sebelumnya ponsel ada di mode senyap, Bayanaka teringat Medina. Tidak diam saja, dengan segera dia menghubungi perempuan itu. Namun, kali ini tidak seperti biasanya. Tidak ada jawaban cepat, panggilan Bayanaka untuk Medina justru tidak dijawab oleh perempuan itu. Mencoba untuk berpikiran positif, Bayanaka kembali menelepon. Namun, untuk yang kedua kali, telepon darinya tidak dijawab—bahkan ketika Bayanaka kembali menghubungi Medina untuk ya

