Bagian 94

943 Kata

*** Sepeninggalnya Shireen, Medina tidak langsung pergi. Tetap duduk di kursinya, dia memesan minuman juga makanan yang tersedia di sana. Karena lapar, Medina pikir nafsu makannya akan bagus seperti biasa. Namun, ternyata dugaan dia salah karena ketika makanan disajikan, Medina tidak punya semangat untuk menyantap. Bukan tanpa alasan, hal tersebut terjadi karena Medina terus memikirkan ucapan juga tindakan Shireen beberapa waktu ke belakang. Meskipun tidak lama durasi mereka mengbrol, ucapan Shireen masuk ke dalam hatinya sehingga di benak Medina, kini terbersit niat untuk menjauh dari Bayanaka. "Aku harusnya enggak terlalu menerima bantuan Mas Naka, karena pasti ada yang keberatan melihat dia banyak bantu aku," ucap Medina. Menunduk kemudian mengusap baby bumpnya, dia berkata, "Dek,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN