*** Hal yang selalu Medina khawatirkan akhirnya terjadi. Tidak selalu aman, kedekatannya dengan Bayanaka akhirnya diketahui Shireen, sehingga tidak tanggung-tanggung, perempuan itu turun gunung. Tiba-tiba mengajak bertemu di sebuah kafe, Medina tidak bisa menolak sehingga meskipun takut, siang ini dia bersiap-siap. Tidak bercerita pada Bayanaka, dia patuh untuk diam sehingga sampai detik ini pria itu tidak tahu tentang pertemuannya dengan Shireen. "Aku pergi dulu ya, Mbak," kata Medina, setelah sebelumnya selesai bersiap-siap. "Mbak makan siang duluan aja, karena kemungkinan besar aku makan di luar." "Siap, Non. Hati-hati di jalan ya." "Oke." Pergi menggunakan taksi, Medina menuju kafe yang alamatnya sudah dikirim Shireen. Sibuk menenangkan hati, itulah sekiranya yang dia lakukan hin

