*** "Medina." Berhenti dari kegiatannya bekerja, Bayanaka tersenyum setelah mendapati nama Medina di layar ponsel. Menjawab panggilan sambil bersandar pada kursi, dia menyapa, "Halo, Medina." "Mas Naka lagi sibuk enggak?" tanya Medina, seperti biasa—membuat Bayanaka dengan segera menjawab, "Kebetulan enggak, kenapa? Apa ada sesuatu?" Tidak pernah jujur, jawaban Bayanaka tentang sibuk atau tidaknya dia selalu bohong, karena faktanya setelah duduk di kursi kerja, Bayanaka selalu disambut tumpukan pekerjaan. Namun, hal tersebut tidak boleh diketahui Medina karena jika perempuan itu tahu dirinya sibuk, obrolan telepon pasti akan ditunda. "Aku mau minta saran sih, Mas, dan ini tentang perceraian aku sama Mas Fajar," ucap Medina. "Kebetulan tadi Bu Anita telepon." "Saran tentang apa?" t

