Para dokter dan perawat kewalahan menangani Genta. Pemuda itu mengalami luka yang sangat serius. Tulang hidungnya patah, tulang rahangnya retak, dan ada tulang rusuk yang patah pula. Kepalanya mengalami gagar otak ringan. Tidak tahu apa jadinya jika tidak segera ditangani tenaga medis. Mungkin hanya tinggal nama tang tersisa. Ah, tidak boleh begitu. Harus tetap berpikiran positif. Pantas saja lelaki itu tadi tidak kuat lagi menopang dirinya sendiri. Bahkan, untuk membuka mata saja dia juga tidak kuat karena sudut matanya juga lebam hingga sakit untuk membukanya. Genta sedang dalam keadaan memprihatinkan. Genta sudah sadar sejak dia mulai ditangani oleh beberapa dokter, dia tahu segala riuh pikuk orang yang sedang berusaha mengobati lukanya. Meski demikian dia tetap terpejam dengan pikir

