Pertempuran

1071 Kata

Beni dan Hendra nampak tercengang barang sesaat, mereka memang ingin membalas dendam dengan melukai Arga, tapi tak menyangka kalau mereka benar-benar harus menghabisi nyawanya. "Loe yakin, Tan?" tanya Beni lagi. "Apa yang buat gue harus ragu? Liat, dia udah tau siapa kita di balik topeng hitam kita ini. Kalau kita biarkan dia hidup dan bebas, gak usah lama-lama, satu jam kemudian juga loe udah dicariin polisi." ucap Nathan dengan ekspresi yang takut, membayangkan dirinya jika berhadapan dengan polisi dan meringkuk dalam sel tahanan. "Jadi ... kenapa gak sekalian aja kita tutup mulutnya rapat-rapat sampai selamanya?" Mendengar semua hal itu, Arga menyeringai. Sudut bibirnya terangkat. "Waw, waw, waw ... lihatlah! Para pecundang ini sedang ketakutan!" Arga tersenyum membuat Nathan dan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN