"Jadi kamu yang bernama Rinda?" tanya Andini, sorot matanya menunjukkan ketertarikan. "I-iya, kalau boleh saya mau menjenguk Kak Arga. Kata teman-temannya hari ini dia sakit dan gak bisa kuliah, jadi saya mau jenguk." jelas Rinda dengan sopan. Andini terpaku sesaat, gadis di hadapannya cantik dan sangat menarik hatinya. Kalau seorang wanita saja bisa melihat Rinda dengan pandangan kagum, bagaimana dengan laki-laki yang kodratnya memang menyukai wanita cantik? "Kalau begitu, yuk masuk. Ibu buatkan minuman ya untuk kamu." "Jangan pernah repot-repot, Bu." "Sama sekali gak repot, kok." Rinda meletakkan tentengan yang ia bawa di meja ruang tamu, sementara Andini memanggilkan anaknya. "Arga?" Panggilnya di depan pintu kamar anaknya. "Iya, Bu? "Ada yang mau ketemu sama kamu." "Siapa, Bu

