'Kalau aku gak bisa bertemu dengan Nathan, aku gak akan tahu rencana dia kali ini apa! Terus gimana caranya aku bisa selamatkan Kak Arga? Bisa aja mereka merubah lokasi perencanaan, dan aku kesulitan untuk hal itu. Duh gimana ini ....' Gadis 20 tahun itu mengetuk-ngetuk meja sambil menopang dagu. Meski keempat temannya berada di depan sedang mempresentasikan makalah, tapi fokusnya tiada di sana. Gadis itu masih saja terus memikirkan Arga dan rencana jahat Nathan lainnya. Hari ini ia mengalami kesulitan, sebab Nathan tidak hadir. Menebak-nebak pun ia tidak bisa, jadilah gadis itu hanya kebingungan bagaimana cara mengantisipasi jika hal buruk terjadi. Tanpa sadar, seseorang di samping kanannya yang duduk agak jauh darinya terus memperhatikan Rinda dengan raut tak suka. Matanya menatap ke

