"Bu, Arga pinjam pisau." Andini yang sedang memasak sarapan di dapur menoleh, menatap anak semata wayangnya yang berekspresi serius. "Pisau buat apa?" tanyanya tanpa menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengiris bawang. "Emmm buat ...." "Buat bunuh orang?" tanyanya cuek masih sambil mengiris bawang. Arga langsung menegang seketika, matanya membulat mendengar pertanyaan ibunya. Sebenarnya, ini hanya untuk berjaga-jaga saja. Dia juga sudah membawa beberapa batu di dalam tasnya, sekarang dia juga membutuhkan pisau. Sekali lagi hanya untuk berjaga-jaga, kalau keadaan terdesak dia akan menggunakan pisau tersebut hanya untuk melukai agar lawannya tumbang, bukan untuk membunuh. Tapi kenapa ibunya langsung menebak ke arah sana? Hal ini jadi membuatnya kaget. "Heh ditanya diam aja?" Ke

