70. Rumah Bang Nayuta.

1487 Kata

               “Baby Nirankara mana?” suara Fallany yang baru saja tiba mengisi rumah itu membuat beberapa orang yang berada di sana jelas menatap kedatangan perempuan itu dengan heboh.                  Kara yang menyambut adik iparnya itu hanya tersneyum geli, Fallany Sering sekali ke rumahnya dan berteriak-teriak begini, padahal ia memiliki baby yang baru berusisa dua bulan, yang harus menjaga keamanan telinganya.                Fallany masuk lebih dalam ke dalam rumah itu, sebelum masuk perempuan itu sudah mencuci tangannya dengan ari mengalir di kran yang ada di halaman, sebagai seseorang yang hidup dizaman yang virusnya tidak main-main seperti ini, apalagi Fallany baru saja mendapatkan keponakan, jelas perempuan itu mencoba untuk menjaga dirinya sebaik mungkin, apalagi dirinya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN