Enam puluh tiga

1562 Kata

Deanova terdiam, melihat Ana yang sudah semangat berjalan memasuki mall setelah mereka turun dari mobil. Dia berdeham keras, membuat bukan hanya Ana yang menoleh namun juga orang-orang yang ada di dekat mereka. Ana mengerutkan kening, tidak mengerti mengapa dia harus melihat wajah masam kekasihnya itu. "Kenapa?" tanya gadis itu polos. Deanova mendesah berat, berjalan mendekati gadis itu dan mengambil satu tangannya. "Ini pertama kali kita kencan loh. Masa mau jalan sendiri-sendiri sih? Kamu tega ninggalin aku jalan di belakang?" tanya Dean sewot. Ana menunduk, melihat tautan tangannya bersama dengan Deanova. Gadis itu kemudian terkikik. "Aku biasa jalan sama Bagas dan kami jalan ya begitu, enggak mungkin kan kalau aku sama dia gandengan. Jadinya aku udah kebiasaan," kilah Ana. Demi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN