Enam puluh empat (END)

1585 Kata

"Ibuuuu..." Ana berlari, memeluk tubuh Ibunya yang baru saja turun dari mobil. "Kangen banget," keluhnya dengan nada manja. Ibunya terkekeh, mengusap kepala anaknya itu dengan pelan. "Padahal belum lama loh waktu itu Ibu kesini sama Ayah. Masa iya udah kangen?" tanyanya sanksi. Ana mencebik, satu tangannya merangkul lengan Ibunya. "Ya kangen dong! Semenjak Ibu pulang dari sini aja, aku udah langsung kangen." Lalu rengkuhannya terlepas, bergantian mendekati Ayahnya yang baru selesai memarkirkan mobilnya. "Ayah apa kabar? Sehat kan?" Ayahnya tersenyum, mengangguk sambil mengulurkan tangannya untuk disalimi oleh Ana. "Alhamdulillah, baik. Makanya bisa bolak-balik Bandung-Jakarta dengan aman kan sekarang?" Ana tertawa pelan, dia segera menghelat kedua orang tuanya masuk ke dalam kos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN