"Kamu beneran mau pulang dulu ke Bandung?" Ana menoleh, mengangguk kemudian atas pertanyaan Deanova. "Padahal kita baru aja mulai lagi loh, masa akunya udah mau ditinggal sih?" keluh pria itu dengan wajah masam. Ana tertawa, tangannya mengusap pipi Deanova sekilas. Saat ini mereka sedang duduk berdua di teras, sedangkan yang lain sedang menikmati cemilan yang dibawakan oleh Deanova tadi di ruang TV. "Kan cuma sebentar. Cuma selama liburan." Deanova melotot, "Liburan kita lama loh, Ana." "Ya kalau begitu, kamu kan bisa susul aku ke Bandung." Memalingkan wajah, Deanova cemberut. "Enggak mau. Aku enggak akan nyusulin kamu kesana. Biarin aja kamu kangen sama aku, kalau perlu aku juga enggak akan chat kamu atau terima telepon dari kamu," ancam Deanova. Sontak Ana memukul lengan kekasi

