Berkumpul dengan teman-teman kerja dan menyambut para pelanggaan membuat Kalila merasa senang. Pikirannya yang sedang semrawut itu menjadi lebih tenang. Senyuman serta canda tawa dari teman-temannya membuatnya tak henti ikut tersenyum. Inilah dunianya yang sebenarnya. Berbeda jika dia di rumah yang tak mengharapkannya sama sekali. Soal penampilannya yang baru, teman-temannya mendukung bahkan mendo'akannya supaya taubat dan segera mendapatkan hidayah. Dia hanya tersenyum saja mendengarnya. "Putri Kali selalu menertawaiku," ujar temannya yang memang sedang jadi bahan canda oleh teman-temannya yang lain. Apalagi jika bukan sikap polosnya itu yang membuat siapapun gemas ditambah badan yang mungil dengan kedua mata bulat. Semua orang yang melihatnya berpikir bahwa masih pantas menjadi anak S

