Setelah tangis Gladis meredam, Haskara mengajak Gladis untuk menaiki motornya. Motor merah itu melaju dengan kecepatan rata-rata. Menerobos angin siang menjelang sore. Menerpa wajah dan tubuh dua remaja yang saling diam diatas motor. Gladis menyadarkan kepalanya di pundak Haskara dengan mata sembab dan hidung merah. Sesekali masih sesegukan, tapi mata nya tak lagi mengeluarkan air mata. Beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di makam orang tua Haskara. Memasuki pemakaman setelah membeli bunga dan air seperti biasa. Suasana sunyi, harum bunga menyambut kedatangan mereka. Angin kembali berhembus cukup kencang menerbangkan pasti dan debu. Begitu sampai di makam kedua orang tua nya, Haskara berdoa dan menyapa, membersihkan rumput-rumput kecil disana. Setelah selesai, ia

