"Baru tau ini, ada anak cowok ngerayain ultah," celetuk Raya. Mengingat selama ini, hanya teman-teman cewek lah yang sering mengundang mereka.
Kelima siswi yang baru lulus itu sedang didandan oleh seorang penata rias artis terkenal ibukota. "Hahaha," tawa Hanum melirik Fara.
Fara tersenyum datar, impian menjadi kekasih Rano harus dikubur dalam-dalam. Bukan karena pria itu homo, tidak ada hubungannya kalau teman-temannya tau. Bahwa dirinya sekarang telah menjadi istri orang.
"Yakin Rano suka cewek?" tanya Raya lagi.
"Kamu pikir dia gay?" Husna menoleh ke raya di sampingnya.
"Hum," angguk Raya.
"Apa karena cewek se-seksi lo pernah ditolak, padahal sudah telanjang di depan tuh cowok."
"Hahaha." Keempat temannya tertawa lagi.
Ck.
Decak Raya kesal, Hanum mengingatkan lagi perkara memalukan itu.
"Buktinya tuh cowok bakalan nembak Fara malam ini," lanjut Firly.
"Cieee, siap-siap Fara." Husna yang duduk di samping kiri gadis itu melirik genit.
"Semoga lo bukan cuma jadi cewek pajangan demi menutup kedoknya yang Homo sapien."
Hahahaha.
Semua tertawa mendengar Hanum, bahkan penata rias tak mampu menahan senyuman.
.
Lima orang perempuan diambang batas remaja selesai berdandan, senyum puas terpancar dari wajah mereka.
"Fara si malas dandan ternyata cantik banget," celetuk firly. Tatapan iri jelas tergambar di wajahnya.
"Thanks," ucap yang dipuji tersenyum menatap dirinya di cermin. Fara Adiba memang cantik, batinnya.
"Mana Hanum?" tanya Husna melirik kiri-kanan.
"Hadir!" jawab cewek itu tergesa-gesa keluar dari kamar mandi. "Dandan cantik-cantik malah sak boker, hah!" keluh nya.
Hahaha," keempat temannya tertawa.
"Oke, lets go!" ajak Husna.
Ha!
"Emang supir sudah datang?" tanya Hanum yang lagi di touch-up__karena ke toilet jadi ketinggalan informasi.
"Sudah. Dan mereka adalah pria tampan milik kita," jelas Firly.
"Lho kok bisa?" tanya Hanum memandang yang lain bergantian, lebih lama kepada Fara. Cantik banget, batinnya.
"Bisa dong! Kan aku ngancem gak dikasi jatah seminggu," jawab Husna. "Dandan cantik-cantik disuruh nyupir, sorry!" lanjutnya.
Hehe.
"Terus, Fara gimana dong? Gak mungkin yang ulang tahun datang menjemput khusus nyupirin dia kan?" tanya Hanum.
"Fara ikut gue," kata Husna.
Hihi.
"Awas lo Far! Pacarnya mata keranjang," celetuk Hanum terkikik.
"Hum," senyum Fara.
Husna merengut. "Mana berani dia ganggu milik Rano," ujar gadis belia itu membela pacarnya.
*
Ikut mobil Jeremy benar-benar dibuat risih. Benar kata Hanum, pacar Husna itu bolak-balik mencuri-curi pandang padanya melalui spion. Sementara Husna, pura-pura tidak tau lagi.
Hah! Fara membuang muka ke samping.
Menjelang malam, Fara dan temannya sudah berada di pesta ulang tahun Morano. Pria lugu, polos dan satu-satunya siswa yang gak punya skandal di Yayasan Guna Darma.
Keluarga membuat pesta untuknya sekalian doa selamat dan acara perpisahan, karena Rano akan kuliah di London.
Di tengah meriahnya pesta, Fara berdiri sendirian. Di tangannya segelas koktail yang telah diminum setengahnya.
Keempat temannya dimana lagi? Kalau bukan di samping kekasih mereka Masing-masing.
Karena ini juga ia malas ke pesta, bahkan satu genk nya meninggalkan si Fara sendirian. Teman-teman perempuan gak ada yang mau bergabung dengannya. Mereka membentuk kelompok sendiri-sendiri sejak awal Mos. Teman cowok sudah punya pasangan masing-masing.
Hah! Fara ikhlas jadi perempuan kesepian di tengah keramaian ini.
Benarkah Rano akan menyatakan perasaannya padaku?
Batin gadis itu tidak lagi antusias.
Panitia berdiri di mimbar tanda dimulainya acara. Semua mata ke atas podium. Rano keluar bersama keluarganya setelah dipanggil oleh panitia. Fara membuka matanya lebar pada pria di samping wanita baya.
Bukankah itu Adam? Oh, tidak!
Perempuan itu segera mencari tempat berlindung. Berdiri di belakang kelompok gadis-gadis jomblo yang berkumpul.
Marni bilang ke luar negeri taunya disini, dasar pembohong. Dan siapa itu wanita yang di sampingnya. Menggandeng tangannya sangat mesra.
Tanya dalam hati Fara sambil berusaha agar tidak terlihat oleh Adam.
Panitia memperkenalkan mereka satu persatu di mulai dari yang berulang tahun, papa, mama, adek kakak. Tibalah saat memperkenalkan Adam, pria itu memeluk di bahu wanita di sampingnya.
"Hai, semua. Saya Surya paman Reno," kata Adam memulai sambutannya. Senyum lebar terukir di bibirnya menatap pada wanita manja di sampingnya. "Gadis cantik ini adalah tunangan saya, namanya Shopie. Doakan kami semoga bahagia, karena dalam dua minggu ini kita akan menikah di London."
What!
Surya?
Padam Surya..
Fara terkejut, tak sengaja menyenggol vas bunga di sampingnya dan membuat keributan karena vas sialan itu jatuh mengenai kakinya.
Ho~ow. Aku ketahuan.
"Aduh." Fara meringis memegangi kakinya. Dapat dipastikan semua mata kini tertuju padanya.
Melihat bahwa gadis yang kesakitan itu adalah Fara, Reno turun dari mimbar dan berjalan cepat ke arahnya.
***tbc.