Keesokan harinya, Gara mengajak Juni menghadiri pesta salah satu koleganya. "Aku sengaja mengajak mu, karena aku tidak ingin ada banyak wanita tiba-tiba mendekati ku dan mengganggu ku." Ujar Gara yang sudah siap dengan setelan Jas warna Nevy-nya. Pria itu benar-bebar sepeti mutiara yang tersimpan dalam lautan. Semua cahaya seolah berkumpul di wajahnya dan membuatnya bersinar. Sesaat Juni merasa takjub saat menatap pria itu. Dia bahkan sampai tak mendengarkan jika pria itu sedang berusaha memperingatkannya. "Pakailah gaun ini, dan jangan membuat ku menunggu lama." Ujar Gara lagi dan meletakkan tas kertas berisi gaun di atas tempat tidur Juni. Saat dia berbalik dan hendak melangkah keluar dari kamar Juni, sudut bibirnya terangkat sedikit, dia merasa lucu dengan tingkah Juni yang mena

