Bab 45

1774 Kata

Pasca acara itu, hidupku resmi tidak normal. Aku berjalan di kampus seperti NPC yang tiba-tiba naik pangkat jadi karakter utama. Mahasiswa menyapa. Bukan “Pak”. Tapi: “Pak!” Dengan intonasi penuh makna. Aku membalas dengan anggukan yang terlihat bijak, padahal di kepala aku cuma mikir: tolong jangan ajak diskusi hidup sekarang. Hari Senin berikutnya, aku menemukan fakta baru. Di papan pengumuman fakultas. Ada poster. Besar. Warna pastel. Dengan judul: KELAS TAMBAHAN: “ETIKA, BATAS, DAN KETENANGAN EMOSIONAL” Pengajar: BAPAK SENDIRI Aku membaca sampai bawah. Kuota: 200 orang. Status: PENUH. Aku belum mendaftar. Aku yang ngajar. Aku menoleh ke Raka. “Ini apa?” Raka mengangkat bahu. “Mahasiswa minta, Pak.” “Minta apa?” “Minta diajarin cara nggak baper.” Aku memega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN