Bab 44

1716 Kata

Hari Senin itu aku bangun dengan niat mulia. Aku bilang ke diri sendiri di depan cermin: “Hari ini kita profesional. Kita dewasa. Kita tidak terseret emosi.” Cermin tidak menjawab. Biasanya pertanda buruk. Di parkiran kampus, aku turun dari mobil dengan penuh wibawa. Dua langkah kemudian… “TIIIT.” Aku menoleh. Satpam yang sama. Yang kemarin. Yang terlalu antusias. “Pak, Bapak viral lagi.” Aku menutup mata. “Sekarang karena apa?” “Quote Bapak waktu seminar.” “Yang mana?” “Yang ‘menjaga jarak bukan berarti menjauhkan perasaan’.” Aku terdiam. “Itu konteksnya akademik.” “Iya, Pak. Tapi di t****k dikasih backsound piano.” Aku menghela napas panjang. “Berapa views?” “Dua ratus ribu.” Aku menatap langit. “Tuhan, aku minta tenang, bukan terkenal.” Di ruang dosen, situasin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN