Rujuk

1329 Kata

Rasa sakit di kepala sudah mereda. Meskipun begitu, Alina masih malas beraktivitas, tetapi ucapan demi ucapan Fatih membuatnya memiliki kekuatan dua kali lipat sehingg ia memaksakan diri untuk bergerak ke dapur. Alina mengeluarkan beberapa bahan dari kulkas dan mengeksekusi menjadi menu makan malam. Sedari tadi, Alina tertidur cukup lama. Sakit hati dan perasaannya yang terluka membuat tubuh lelah. Ia memilih tidur, mengistirahatkan raga dari pada terus berdebat dengan Fatih yang tak ada ujungnya. Terdengar pintu di buka. Fatih memang memiliki kunci cadangan sehingga Alina tidak perlu membuka pintu. Fatih sudah tampak di depan pintu, hendak masuk ke kamar. Membaui aroma masakan, ia berbalik ke meja makan. Ia melihat Alina sedang berdiri di depan wastafel. "Sudah masak?" Pertanyaan F

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN